Selasa, 22 Februari 2011 09:43 WIB Internasional Share :

Gempa 6,3 SR guncang New Zealand, gedung-gedung ambruk

Christchurch (Solopos.com) – Gempa berkekuatan 6,3 skala richter (SR) mengguncang kota terbesar kedua di New Zealand, Christchurch, pagi ini. Gempa ini merupakan gempa kedua kalinya dalam lima bulan terakhir yang menumbangkan bangunan dan orang-orang terperangkap di reruntuhan gedung serta memicu kebakaran.

Seperti dikutip Reuters, Selasa, (22/2), TV lokal menunjukkan mayat yang diambil dari puing-puing yang berserakan di pusat kota. Meski tidak jelas apakah mereka masih hidup atau telah meninggal tapi polisi setempat melaporkan banyak korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Menurut US Geological Survey, peritiwa tersebut terjadi pukul 12.51 waktu setempat, Senin (21/2) dengan kedalaman pusat gempa hanya 4 km. “Ini sangat besar, ini sangat besar,” kata reporter televisi yang melaporkan di antara reruntuhan gereja katedral yang telah hancur.

“Saya tidak tahu apakah ada orang di bawah reruntuhan ini,” katanya, sebelum dia muncul menambahkan dengan tenang, “Saya kira begitu.”

Gempa itu berpusat sekitar 10 km barat daya Christchurch, yang telah mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan 7,1 pada September lalu. “Ada banyak kerusakan, TV kami telah hancur dan ada keretakan besar di rumah. Tetangga telah kehilangan pagar bata,” kata Nicholas Hextall, yang tinggal di Christchurch melalui sambungan telepon. Akibat gempa ini listrik dan air telah mati.

New Zealand adalah wilayah yang berada di antara Samudera Pasifik dan lempeng tektonik Indo-Australia, rata-rata lebih dari 14.000 gempa bumi setahun terjadi di sini, di mana sekitar 20 gempa yang biasanya besarnya di atas 5,0 SR.

dtc/try

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…