Selasa, 22 Februari 2011 11:57 WIB News Share :

Demokrat
PKS dan Golkar tak sejalan koalisi

Jakarta (Solopos.com) – Partai Demokrat heran dengan sikap Golkar dan PKS yang mendorong angket mafia pajak. Padahal sebagai sesama partai koalisi seharusnya seiring sejalan. PD pun kembali menebar ancaman untuk melakukan evaluasi pada 2 rekan koalisi mereka.

“Ini akan jadi flashback kamiĀ  melakukan evaluasi dan kalau mereka tak sependapat kan berarti mereka juga yang meninggalkan,” ujar Ketua FPD DPR Jafar Hafsah, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/2).

Jafar menyampaikan hal ini menanggapi sikap Golkar dan PKS yang tetap komit menegaskan dukungan terhadap angket mafia pajak. Jafar menuturkan, angket mafia pajak menunjukkan lemahnya integritas partai koalisi. Karenanya, PD mendorong evaluasi kabinet.

“Ya tentunya pasti itu akan dievaluasi, sebab kan pembentukan Setgab untuk mengatasi atau menyamakan persepsi hal-hal yang strategis dalam melancarkan pemerintahan presidensial. Tapi nampaknya mereka banyak sekali hal yang tak sependapat dan sejalan dengan kami,” papar Jafar.

Namun PD akan terus membina komunikasi dengan partai koalisi. PD masih berharap partai koalisi berbalik sebelum pengambilan keputusan angket mafia pajak. “Kami akan terus melakukan komunikasi dan kami akan pertahankan argumen pembentukan Setgab ini tidak efektif dan efisien. Ya mungkin juga tidak menutup kemungkinan akan voting tapi kalau misalnya nanti ada hal yang membuat deadlock,” tegasnya.

dtc/try

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…