Selasa, 22 Februari 2011 23:15 WIB Sragen Share :

Berbahaya, jurang diberi bambu pagar pengaman

Sragen (Espos)--Jurang di Sungai Slogo tepat berada di dekat Jembatan Slogo dinilai sangat membahayakan pengguna jalan. Pasalnya, jembatan tersebut tidak dilengkapi dengan pagar pengaman permanen. Warga secara swadaya memberi membangun pagar pengaman dari bambu.

Berdasarkan pantauan Espos di lokasi, Selasa (22/2), posisi jurang yang dinilai paling berbahaya berada di sisi selatan jembatan. Warga membangun pagar pengaman dari bambu di bibir jurang. Pagar tambahan juga dibangun di sisi-sisi lain untuk mengoptimalkan pengamanan pengguna jalan.

Ketua RT 7 Slogo, Slogo, Tanon, Ngadimin, saat ditemui Espos, menyampaikan jurang dengan kedalaman sekitar enam meter tersebut sudah banyak menelan korban sejak lima tahun terakhir. Ia mencatat setidaknya telah terjadi dua kali kecelakaan truk dan sepeda motor terperosok ke dalam jurang. Manurutnya, kecelakaan itu diakibatkan tidak adanya pagar pengaman di bibir jembatan. Kendati tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, ia mengaku khawatir kecelakaan serupa akan terulang kembali, mengingat hingga saat ini pagar permanen belum dibangun di bibir jurang itu.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Slogo, Daryono, kepada Espos, mengungkapkan upaya pembangunan pagar pengaman jurang dan pelebaran jembatan memang sudah menjadi program pembangunan desa. Pihaknya bersama warga juga telah mengajukan permohonan bantuan untuk pelebaran jembatan sejak tahun 2010 lalu kepada pihak Pemprov. Karena belum mendapat respon, usulan kembali diajukan pada tahun ini.

“Pengajuan pembangunan pagar pengaman jurang masih kami rencanakan. Saat ini kami masih menunggu respon Pemprov untuk pelebaran jembatan,” pungkasnya.

m93

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…