Senin, 21 Februari 2011 08:10 WIB News Share :

"Mega-JK seharusnya mau bersaksi untuk kader"

Jakarta (Espos) – Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri dan mantan Wakil PResiden RI Jusuf Kalla, diharapkan mau memberikan keterangan saksi atas kasus kader partainya di KPK.

Dari total 24 tersangka penerima cek pelawat saat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) Miranda S. Goeltom tahun 2004 di DPR, mayorita berasal dari Partai Golkar dan PDIP.

Tak heran jika pimpinan kedua partai ini saat itu, diminta keterangan saksinya oleh KPK. Dengan kesediaan para elit partai politik, maka konsistensi partai dalam memberantas korupsi akan terbukti di sini.

“Yang perlu ada terobosan, sejauh mana konsistensi elit partai, elit yang memimpin, ternyata memang berat,” ujar pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro, Senin (21/2).

Zuhro menilai wajar jika pimpinan partai diminta pertanggungjawabannya terhadap apa yang dilakukan kader partai, tidak terkceuali yang saat itu duduk sebagai anggota dewan. “Kalau sampai diseret-seret masalah korupsi kader, sebagai pemimpin partai dia harus bretanggung jawab. Kalau ada kadernya yang tidak benar, dia (pimpinan partai) juga ikut bagaimana meluruskan itu,” tegasnya.

Inilah.com

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…