Senin, 21 Februari 2011 23:11 WIB Sport Share :

Desakan revolusi PSSI mengalir dari Solo

Solo (Espos)–Desakan revolusi Semakin menguat di berbagai daerah, tak terkecuali di wilayah Jateng. Begitu pula yang dilakukan puluhan kelompok suporter dari wilayah Jakarta, Jateng, DI Yogyakarta dan Jawa Timur yang berkumpul dalam Sarasehan Suporter Jateng DIY Plus di Wisma RBM PPRBM, Senin (21/2).

Puluhan orang mengenakan berbagai atribut tim sepak bola memenuhi ruang pertemuan Wisma RBM PPRBM Prof Dr Soeharjo Colomadu, Karanganyar. Ada yang mengenakan kostum merah, hijau, biru, oranye bahkan abu-abu.

Meski demikian, perbedaan warna ini tidak menghalangi keakraban yang terjalin. Bahkan senda-gurau serta seruan satu tekad lantang memenuhi ruang pertemuan di Wisma RBM PPRBM, siang itu, Senin (21/2).

Seruan agar ada adanya perubahan dalam kepengurusan PSSI memang santer terdengar pada acara Sarasehan Suporter Jateng-DIY Plus yang digelar oleh kelompok suporter Pasoepati.

Acara yang digelar untuk memperingati hari ulang tahun (HUT)  ke-11 Pasoepati ini dihadiri 16 kelompok suporter sepakbola dari berbagai daerah di Jateng, DI Yogyakarta, Jakarta dan Jawa Timur.

Selain para kelompok suporter, sarasehan itu juga turut mengundang Ketua Umum PSIS Solo, FX Hadi Rudytamo, Juru Bicara LPI Abi Hasantoso serta berbagai tokoh reformis sepak bola di Tanah Air.

Presiden Pasoepati, Bimo Putranto mengungkapkan seharusnya PSSI bisa menjunjung tinggi azas-asaz keadilan. Seharusnya mererka bisa mengakomodir semua calon dalam pemilihan nanti.

“Mereka harus bersikap fair play agar semua calon mendapat haknya untuk ikut pemilihan,” tutur Bino saat dijumpai Espos di sela-sela sarasehan.

Selain mengecam sikap PSSI ini, dalam sarasehan tersebut para kelompok suporter ini juga mendesak agar ke depan lebih diperhatikan. Mereka meminta agar diberi wadah yang khusus menanggani para suporter.

yud

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…