Senin, 21 Februari 2011 09:27 WIB Tokoh Share :

Deddy Mizwar dukung kenaikan pajak & bea masuk film impor

Jakarta (Espos) – Aktor senior Deddy Mizwar menganggap kenaikan pajak dan bea masuk film impor sebagai hal yang wajar. Deddy pun mempertanyakan rasa nasionalisme para importir film itu.

“Saya tahu kalau importir MPA (Motion Pictures Association) itu juga orang Indonesia. Kenapa harus bermasalah dengan pajak? Kita hanya menegaskan untuk membayar pajak dengan benar, bukan menaikkan. Makanya itu saya mempertanyakan nasionalisme mereka,” ujar Deddy.

Hal itu diungkapkan Deddy saat acara jumpa pers tentang Kebijakan Perfilman Nasional dan Masalah Pajak Film Impor di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Minggu (20/2).

Menurut Deddy, pajak yang dikenakan untuk film Hollywood cukup ringan. Apalagi jika dibandingkan dengan pajak yang harus dibayar para pembuat film nasional. “Mereka kalau untung Rp 23,7 miliar hanya membayar Rp 200 juta, dibandingkan produksi film Indonesia sampai Rp 5 miliar dan harus dikenai pajak 10 persen,” ucapnya.

dtc/try

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…