Senin, 21 Februari 2011 21:05 WIB Sragen Share :

Cegah antraks, Sragen tolak sapi Boyolali tak ber-SKKH

Sragen (Espos) – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Sragen menolak sapi dan daging sapi asal Boyolali masuk Sragen jika tanpa disertai surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari instansi terkiat. Sebagai tindakan antisipasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen melakukan pengawasan perdagangan hewan di daerah perbatasan.

Penegasan itu disampaikan Kepala Disnakan Sragen, Eka Rini saat
dijumpai wartawan di sela-sela pertemuan di Komisi Pemilihan Umum
(KPU) Sragen, Senin (21/2). “Semua sapi dari Boyolali yang masuk ke
Sragen harus disertai SKKH dari Disnakan daerah asal. Termasuk daging sapi dari Boyolali juga harus ada surat keterangan kesehatan daging dari dokter hewan pemerintah yang bersangkutan. Jika tidak ada surat kesehatan hewan atau daging, dilarang masuk Sragen. Kebijakan ini sebagai bentuk antisipasi bahaya penyakit antraks,” tegas Eka.

Eka sudah memerintahkan tim khusus dan sejumlah kepala Unit pelaksana Teknis Daerah (UPTD) kecamatan dan mantri hewan untuk melakukan pengawasan terpadu. Target pengawasan bahaya antraks, terangnya, dilakukan di daerah perbatasan dengan Boyolali, yakni mulai dari Kecamatan Kalijambe, Gemolong, Miri dan Sumberlawang.

“Pengawasan dilakukan di sejumlah pasar hewan dengan sosialisasi para pedagang hewan soal kejadian luar biasa antraks di Boyolali,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Eka, pengawasan juga diintensifkan di sejumlah
rumah pemotongan hewan (RPH) dan tempat pemotongan hewan (TPH). “Nanti akan ada inspeksi mendadak (Sidak) yang melibatkan lintas satuan kerja perangkat daerah (SKPD), yakni Disnakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satuan Polisi Pemong Praja (Satpol PP). Pelaksanaan Sidak masih dikoordinasikan lebih lanjut,” tambahnya.

trh

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…