Senin, 21 Februari 2011 18:02 WIB Sragen Share :

Agus Fatchurrahman
Simpatisan ADA diteror

Sragen (Espos) – Calon Bupati Agus Fatchurrahman menilai ada indikasi premanisme yang ditujukan kepada para kader pendukung pasangan Agus-Daryanto (ADA) menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2011.
Dia mengatakan banyak kader yang diduga diintimidasi alias diteror pihak-pihak tertentu melalui telepon seluler dan pencegatan di jalan.
Hal itu disampaikan Agus Fatchurrahman seusai ikrar Pilkada damai di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen, Senin (21/2).

“Intimidasi dilakukan pihak-pihak tertentu yang tidak senang dengan ADA. Ancaman lewat telepon dilakukan dengan memberi larangan agar jangan mendukung ADA dan sebagainya. Bahkan ada kader dihadang di jalan saat perjalanan pulang dari kegiatan bersama saya,” tegas Agus yang juga Wakil Bupati Sragen, ditemui wartawan di rumahnya.

Agus tidak melaporkan aksi premanisme itu kepada Panitia Pengawas
(Panwas) Pilkada. Menurut dia, indikasi premanisme itu belum
dilaporkan ke Panwas Pilkada Sragen, karena belum ada bukti kuat.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Sragen itu
menganggap Panwas akan kesulitan untuk menangani dugaan intimidasi
itu. Agus juga mencium adanya indikasi premanisme birokrasi di
lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen. Dia meminta semua
pegawai negeri sipil (PNS) harus netral dalam kepentingan Pilkada.

“Apa pun yang terjadi, saya siap. Adanya ikrar Pilkada damai yang
diadakan KPU, saya rasa tak akan tercapai dalam implementasinya.
Buktinya muncul indikasi intimidasi, meskipun untuk menunjukkan
buktinya masih lemah. Saya juga mendengar gelaja permainan oknum di
luar daerah yang masuk ke wilayah Sragen,” tuturnya.

trh

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…