Minggu, 20 Februari 2011 23:19 WIB Sragen Share :

Pedet berkaki dua, jadi tontonan gratis warga

Sepintas, pedet atau anak sapi milik Nur Hadi, warga Pagerjo RT 4, Krikilan, Kalijambe itu tidak ada yang berbeda dari pedet kebanyakan karena hidup dengan kesehatan yang baik. Terlebih, saat terdiam di tanah, pedet terlihat sangat normal. Namun, apabila dicermati tampak ada yang unik dari pedet yang lahir Jumat (18/2) pukul 12.00 WIB lalu itu.

Pedet betina itu tidak dapat berdiri karena hanya berkaki dua. Kedua kaki dibagian depan tidak ada sejak lahir. Temuan pedet aneh itu sontak membuat warga Krikilan gempar. Ratusan warga yang mendengar kabar itu langsung menyerbu rumah Nur Hadi untuk memuaskan dahaga penasaran mereka.

Menurut sang pemilik, awalnya ia tidak menaruh curiga saat pedet itu lahir dari induknya. Jumat itu, seusai melaksanakan ibadah di masjid, ia langsung menuju kandang sapi di dalam rumahnya. Ia merasa sangat senang karena ternyata indukan sapi telah melahirkan satu pedet dengan keadaan sehat.

Tanpa curiga ia membiarkan pedet itu menyesuaikan induknya. Namun, beberapa menit kemudian ia mulai curiga saat melihat pedet itu tidak dapat berdiri sejak lahir. Lalu, ia berusaha mengecek. Seketika ia dikagetkan dengan kondisi pedet yang berbeda dari biasanya.

Saat tangannya menggerayangi badan sapi di bagian depan, ia tidak menemukan kaki yang selayaknya ada. Tak lama, kabar itu pun langsung menggema di seluruh Krikilan. “Baru kali pertama ini sapi saya beranak pedet aneh. Tidak ada organ atau tonjolan apa pun di badan tempat tumbuhnya kaki. Saya sendiri heran,” ujar laki-laki berusia 75 tahun itu saat ditemui Espos di kediamannya, Minggu (20/2).

Meskipun menurut sebagian warga kelahiran pedet itu menandakan sesuatu, ia tetap beranggapan kelahiran pedet itu bukan pertanda apa pun. Ia juga tidak menganggap spesial pedet itu. Ia merawat seperti layaknya sapi lainnya. Karena tidak dapat menyusu pada induknya, ia harus memerah susu dari induk kemudian meminumkannya kepada pedet menggunakan botol minum bayi.

Ia lebih lanjut menuturkan, ada warga yang menyarankan untuk menyembelih karena dikhawatirkan pedet akan mati. Namun, ia bertekad akan merawat dengan baik selama pedet itu masih hidup. Ia memperkirakan, pedet akan hidup lama karena kesehatannya normal. Kendati demikian, apabila ada orang yang menawar karena keanehan pedet itu, ia akan mempertimbangkannya.

Salah satu warga sekitar, Tohirun, 39, sambil bercanda ia mengatakan pedet aneh itu menjadi tontonan baru selain Museum Sangiran. Sejak terdengar kabar kelahiran pedet, hampir seluruh warga Krikilan yang penasaran memadati rumah Nur Hadi untuk melihat pedet.

Ia sendiri mengaku sudah berulang kali menyaksikan pedet itu karena jaraknya yang sangat dekat dengan rumah pemilik pedet. “Karena baru kali pertama, wajar saja warga Krikilan sangat penasaran,” Katanya. Senada, ia menganggap kelahiran pedet bukan pertanda apa pun. Ia hanya beranggapan kelahiran pedet itu harus disyukuri.

m93

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…