Sabtu, 19 Februari 2011 09:10 WIB News Share :

Tiga hal penyebab Presiden akan dimusuhi FPI

Makasar (Espos) – Setidaknya dua kali Front Pembela Islam mengancam menggulingkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada Jumat (18/2) malam, pimpinan FPI, Habib Rizieq membeberkan tiga hal yang bisa membuat presiden menjadi musuh FPI.

“Jika presiden tidak mau kami musuhi, jangan coba-coba membela aliran sesat (Ahmadiyah), jangan coba-coba dzalim, serta presiden harus tunduk pada Allah dan Rasulnya,” kata Habib Riziq berbicara pada Tabligh Akbar Umat Islam Se-Sulawesi Selatan.

Berbicara di Masjid Al-Markaz Al-Islam, salah satu Mesjid yang didirikan oleh mantan Wapres RI, Jusuf Kalla, Rizieq kembali mendesak Presiden SBY agar segera membubarkan Ahmadiyah. Jika presiden berani melakukannya, maka FPI akan mendukung SBY, menghormati serta akan mendukung seluruh program-programnya.

Sebaliknya, jika kebijakan-kebijakan kepala negara  bertentangan dengan syariat Islam, maka FPI akan berada paling depan untuk melawan pemerintah. Soal instruksi Presiden agar aparat tak segan-segan membubarkan ormas yang melanggar hukum. Rizieq mengaku tak ambil pusing jika organisasi yang dipimpinnya dibubarkan.

Ia juga minta warga FPI tidak risau. “Jika  presiden keluarkan Keppres pembubaran FPI pada jam 08.00,  maka jam 08.05, saya dirikan organisasi baru bernama Front Pejuang Islam,” tegas dia.

Jika Front Pejuang Islam juga dibubarkan, kata dia, maka dengan segera ia akan mendirikan Front Persaudaraan Islam. Kalau tetap dibubarkan, maka nama-nama baru segera dimunculkan, seperti Front Persatuan Islam, Front Pecinta Islam. “Jadi nggak usah pusing. Singkatannya sama dan pengurusnya itu-itu juga,” kata Rizieq.

Presiden SBY dalam peringatan Hari Pers Nasional beberapa waktu lalu memerintahkan jajaran di bawahnya agar tidak segan-segan membubarkan organisasi yang kerap melakukan tindak anarki. Pernyataan presiden itu disampaikan setelah sejumlah kelompok menyerang jemaah Ahmadiyah di Pandeglang yang menewaskan 3 orang.

VIVAnews/try

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…