Sabtu, 19 Februari 2011 10:10 WIB News Share :

Lagi, tanggul penahan lumpur titik 22 longsor

Sidoarjo (Espos) – Tanggul penahan lumpur Lapindo kembali longsor. Longsor kali ini terjadi titik 22, tepatnya di depan RM Porong atau hanya berjarak sekitar 5 meter dari titik longsor sebelumnya.

“Longsor atau amblesan dikarenakan tanah di tanggul sifatnya labil. Kami belum mengetahui penyebabnya, masih dilakukan penelitian. Kami juga tidak tahu struktur tanah di bawah tanggul karena tanggul ini buatan tim lalu, dibuat tahun 2007,” kata Wakil Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), Ahmad Khusaeri, di lokasi, Sabtu (19/2).

Longsor tersebut terjadi berawal dari adanya retakan di tanggul. Retakan itu terpantau pada pukul 05.20 WIB, tanggul kemudian longsor pukul 06.20 WIB atau satu jam setelah diketahui adanya retakan.

Retakan hingga longsornya tanggul diketahui pertama kali oleh petugas pemantau divisi gas BPLS, Saiful fuad. Fuad melihat sendiri secara langsung longsoran yang berdurasi selama 10 detik itu. Longsoran terjadi sepanjang 100 meter. Tanah dan batu longsoran ambrol ke bawah dan hanya berjarak 3 meter dari rel kereta.

Meski lokasi longsor berdekatan dengan rel kereta, namun perjalanan kereta masih aman. Rangkaian KA Logawa jurusan Jember-Surabaya pukul 09.00 WIB baru saja melewati titik yang longsor tersebut. Kereta masih bisa berjalan melewati titik longsor dengan rambu 5 km/jam.

dtc/try

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…