Sabtu, 19 Februari 2011 13:41 WIB Ekonomi Share :

Jamsostek bekukan rencana beli saham Bukopin

Bandung (Espos) – PT Jamsostek (persero) menyatakan rencana untuk mengakuisisi Bank Bukopin sampai saat ini dibekukan dahulu. Tahun ini, perseroan belum akan mengakuisisi perusahaan.

“Sementara ini, itu (rencana mengakuisisi Bank Bukopin) di-freeze dulu,” ungkap Direktur Utama PT Jamsostek, Hotbonar Sinaga, di sela-sela Press Gathering Jamsostek di Bandung, Sabtu (19/2).

Hotbonar mengatakan, pembahasan untuk akuisisi bank Bukopin sampai saat ini belum ada. “Paling tidak sampai akhir Maret mungkin baru dibicarakan, rencana ke depannya kami belum tahu,” kata Hotbonar.

“Kalau untuk rencana akuisisi tahun ini enggak lah. Tidak ada,” ucapnya.

Seperti diketahui, PT Jamsostek sebelumnya berencana mengakuisisi saham kepemilikan atas Bank Bukopin. Namun, dalam perkembangan terakhir, dikatakan Hotbonar pihaknya berpikir ulang rencana akusisi dinilai sudah berbeda dengan hasil kajian sebelumnya.

Hotbonar sempat mengatakan, pemikiran ulang untuk akuisisi mengingat jika dilihat harga tiap waktu tentu akan mengalami perubahan. “Dari sisi pricing (harga) pasti ada perubahan, namun belum tahu,” ujarnya.

Sebelumnya Jamsostek dan BRI ‘rebutan’ membeli saham Bank Bukopin. Namun Menteri BUMN Mustafa Abubakar lebih memilih BRI yang mencaplok saham Bank Bukopin. Belakangan, ternyata pihak Bukopin menolak untuk diakuisisi oleh BRI. Jamsostek awalnya telah menyiapkan dana Rp 700-900 miliar untuk menyerap 20-30% dari penerbitan saham baru atau rights issue Bukopin.

Sebagai catatan, sebesar 42,71% saham di Bank Bukopin dimiliki oleh Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo). Sebanyak 6,7% dimiliki Koperasi Perkayuan Apkindo (Kopkapindo), Yabinstra Bulog 12,19%, publik 20,99%, dan pemerintah RI 17,23%.

dtc/try

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…