Sabtu, 19 Februari 2011 12:29 WIB News Share :

Golkar dinilai tak akan berani jadi oposisi

Jakarta (Espos) – Partai Golkar ngotot untuk mengusung hak angket mafia pajak. Padahal kubu Demokrat tegas-tegas meminta hal itu untuk dihentikan. Tanda-tanda keretakan di Setgab koalisi mulai tampak. Akankah Golkar menjadi oposisi?

“Saya masih meragukan, tradisinya tidak berani jadi oposisi,” kata pengamat politik Arbi Sanit saat dihubungi, Sabtu (19/2).

Arbi menilai Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie akan menghadapi kekuatan lain di tubuh Golkar yang selama ini nyaman menginduk kepada kekuasaan. “Tokoh-tokoh Golkar akan resah, bahkan kalau diteruskan kemungkinan Golkar akan menghadapi perpecahan,” terangnya.

Apalagi, lanjut Arbi, saat ini PDIP mengintip untuk masuk kabinet. Kekuatan kubu yang menghendaki untuk masuk kabinet sudah semakin kuat di tubuh PDIP.

“Semakin kuat aliran PDIP yang ingin masuk. Mega saja tak bisa melawan,” imbuhnya.

Namun jika Golkar berani keluar koalisi, Arbi menilai bisa terjadi geger politik. “Akan ada harga yang dibayar, tidak mungkin Golkar keluar begitu saja,” tuturnya.

Selain itu Arbi juga menilai, perbedaan sikap dalam Setgab Koalisi sudah menggambarkan rapuhnya koalisi yang dibangun. “Ini koalisi berdasarkan kepentingan, bukan berdasarkan prinsip, jadi wajar saja,” tutupnya.

dtc/try

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…