Sabtu, 19 Februari 2011 15:50 WIB Internasional Share :

84 Demonstran tewas selama demo di Libya

Tripoli (Espos) – Pasukan keamanan Libya telah menewaskan setidaknya 84 orang selama tiga hari aksi demonstrasi antipemerintah di negeri itu.
Demikian disampaikan organisasi HAM internasional, Human Rights Watch (HRW) berdasarkan wawancara telepon dengan staf rumah sakit lokal dan saksi-saksi mata. “Ribuan demonstran berkumpul di kota-kota di Libya Timur : Benghazi, Baida, Ajdabiya, Zawiya dan Derna pada 18 Februari 2011, menyusul serangan terhadap para demonstran damai sehari sebelumnya yang menewaskan 20 orang di Benghazi, 23 di Baida, tiga di Ajdabiya, dan tiga di Derna,” demikian pernyataan HRW seperti dilansir AFP, Sabtu (19/2).

Angka itu masih ditambah dengan 35 orang demonstran yang tewas di Benghazi pada 18 Februari kemarin. “Sumber-sumber rumah sakit mengatakan pada Human Rights Watch bahwa pasukan keamanan menewaskan 35 orang di Benghazi pada 18 Februari, hampir semuanya dengan peluru panas,” demikian HRW yang berbasis di New York, AS.

HRW juga mengecam kekerasan yang dilakukan terhadap demonstran di Libya. HRW mendesak otoritas Libya berhenti melakukan kekerasan terhadap para demonstran damai.

Aksi demo antipemerintah melanda Libya pekan ini menyusul revolusi di Tunisia dan Mesir. Demonstrasi itu diawali dengan ribuan orang yang memadati jalan-jalan di Kota Benghazi untuk menyerukan mundurnya pemimpin Libya Muammar Khadafi. Situasi kian tak terkendali dengan kaburnya sekitar 1.000 tahanan dari penjara di Benghazi. Bahkan tiga tahanan tewas ditembak pasukan keamanan ketika mencoba kabur dari penjara lain di luar Tripoli, ibukota Libya.

Rezim Khadafi telah berjanji mematahkan semua upaya menjatuhkan pemimpin Libya itu. Khadafi berkuasa sejak September 1969 melalui kudeta militer tak berdarah.

dtc/try

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…