Sabtu, 19 Februari 2011 15:12 WIB Pendidikan Share :

63 Ribu siswa Malut terancam tidak ikut UN

Ternate (Espos) – Sekitar 63 ribu siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Umum (SMU) di Maluku Utara (Malut) terancam tak dapat mengikuti ujian nasional (UN). Data siswa tidak dapat diterima komputerisasi Pusat Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional.

“Karena data yang diberikan oleh sekolah itu tidak lengkap. Bahkan ada yang salah sehingga tidak bisa dibaca oleh program komputer,” kata Sekretaris Panitia UN Malut, Ajid Tuhuteru, Sabtu (19/2).

Ia mencontohkan, jika data seorang siswa tak lengkap atau tidak benar diisi oleh sekolah bersangkutan maka seluruh siswa sekolah itu tak bisa diproses nomor ujiannya. Demikian juga SKUN-nya tidak bisa diproses.

Ajid juga menunjukkan sistem komputerisasi yang diupload secara online itu. Terlihat jelas dalam sistem upload online itu hampir seluruh sekolah di Malut tidak diterima sistem komputerisasi. Program komputerisasi menolak semua data setiap sekolah yang bermasalah dengan data siswa.

Dikatakan dia, tulisan berwarna merah yang menyebutkan “Data siswa tidak bisa diproses itu” akibat dari data yang diberikan sekolah tidak lengkap maupun tidak benar. “Jadi satu orang siswa saja datanya tidak benar atau tidak terisi maka seluruh siswa di sekolah bersangkutan tidak bisa diproses oleh komputer,” ujar Ajid.

Ajid mengaku tidak bisa menyebutkan kabupaten/kota mana yang paling banyak bermasalah terkait data siswa calon peserta UN, termasuk¬† spesifikasi data siswa yang bermasalah.Begitu juga dengan nomor ujian siswa tahun sebelumnya bila diisi asal-asalan tetap saja ditolak. “Karena data nomor ujian siswa di jenjang sebelumnya kan sudah diprogram computer. Jadi tak bisa diisi sembarang, harus sesuai,” katanya.

Akibatnya, kata Ajid, tahapan upload data siswa melalui sistem online itu terhambat. Panitia UN hanya bisa mengganti data yang tidak terisi itu dengan tanda titik. Bagi data yang salah, menurut Ajid, pihaknya berencana mengembalikan lagi ke sekolah untuk mengisi data tersebut. Pihaknya juga meminta para kepala sekolah agar menghadap ke Panitia UN Malut untuk melengkapi data siswa yang bermasalah. “Karena Dinas sekali pun tidak tahu data siswa di masing-masing sekolah. Jadi yang datang harus kepala sekolah dan membawa data yang diminta,” katanya.

Menurutnya, tidak ada waktu lagi bagi panitia untuk turun ke tiap-tiap sekolah untuk melengkapi data siswa yang bermasalah. “Jadi solusinya pihak sekolah yang harus datang untuk melengkapinya,” kata¬† Ajid.

Apabila tidak dilengkapi, lanjut dia, nomor ujian siswa maupun SKUN sekolah bersangkutan tidak bisa diproses alias tidak bisa diterbitkan.

dtc/try

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…