Jumat, 18 Februari 2011 21:18 WIB Boyolali Share :

Warga Desa Klakah desak normalisasi Kali Juweh

Boyolali (Espos)–Warga di Desa Klakah, Kecamatan Selo, Boyolali meminta Pemkab segera melakukan normalisasi Kali Juweh yang melintas di desa setempat. Sementara, pihak Pemkab belum memiliki anggaran untuk normalisasi kali yang menjadi salah satu alur lahar dingin Merapi tersebut.

Salah seorang warga Dukuh Klakah Ngisor, Klakah, Jumarno mengatakan normalisasi itu mendesak dilakukan agar lahar dingin yang melintas di Kali Juweh tidak menghantam tebing. Saat ini, jelas Jumarno, akibat tebing tergerus lahar dingin, mengakibatkan talut fondasi jembatan Kali Juweh ambrol.

“Jika hal itu terus terjadi dikhawatirkan lahar dingin itu juga bisa mengancam fondasi jembatan. Hal itu akan berakibat fatal, jembatan bisa ambrol,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (18/2).

Jumarno menuturkan pihaknya sudah pernah mengusulkan kepada Pemkab melalui layanan short message service (SMS) ke Bupati. Namun, pihak Pemkab memberikan jawaban kalau normalisasi tidak bisa dilaksanakan saat ini, karena masih tingginya ancaman banjir lahar dingin. Selain itu, jika terus dipaksakan bisa merusak backhoe atau alat pengeruk material pasir.

“Justru dengan adanya banjir itu kami mengusulkan dilakukan normalisasi. Kami juga siap jika ada alat berat untuk mengoperasikannya,” papar dia.

Jumarno yang juga anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Boyolali ini mengatakan, jembatan Kali Juweh itu merupakan akses penting bagi warga Klakah. Pasalnya, jelas Jumarno, jembatan Kali Juweh merupakan satu-satunya akses warga untuk kegiatan ekonomi, setelah tiga jembatan lainnya hancur diterjang banjir lahar dingin.

“Tetapi kalau jembatan Kali Juweh ambrol, dipastikan ribuan warga di Desa Klakah terisolir dan warga akan kesulitan melakukan penjualan hasil pertanian,” tandas dia.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan Perhubungan dan Kebersihan (DPUPPK) Boyolali, Haryono melalui Kabid Bina Marga Muhammad Qodri mengatakan hasil hasil pemantauan yang dilakukannya, kondisi jembatan Kali Juweh itu semakin memprihatinkan. Pasalnya, gerusan akibat banjir semakin memperparah fondasi jembatan.

“Kalau untuk lalu lintas angkutan barang secara terus menerus akan semakin merusak fondasi itu. Sebaiknya bisa dilakukan penutupan untuk menghindari kerusakan yang lebih parah,” ujarnya dalam Rakor Traffic Board di Aula Mapolres Boyolali, Jumat.

fid

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…