Jumat, 18 Februari 2011 10:14 WIB Tokoh Share :

Michan sering mendapat 'surat cinta' dari penerbit

Bandung (Espos) – Novelis muda Mita Supardi alias Michan gemar menulis sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Selain gemar menulis, ia gemar membaca. Hanya saja di Bontang, kota kelahirannya saat itu sulit untuk mendapatkan buku.

Karena itulah gadis kelahiran 12 Juni 1988 ini bertekad suatu saat harus bisa menghasilkan buku dari tulisannya sendiri. “Dulu di Kota Michan itu enggak ada toko buku. Setiap weekend selalu nyari ke Samarinda. Itu juga butuh waktu 3 sampai 4 jam perjalanan,” tuturnya.

Saat SMP kelas 1, Michan pernah mengirim naskah novel ke penerbit-penerbit. Tulisannya terkumpul 150 lembar kertas A4 spasi 1.

Namun saat itu keberuntungan belum memihak kepadanya. Ia pun sering mendapat ‘surat cinta’ dari penerbit. “Bukannya dapat balasan positif, malah dapat ‘surat cinta’. Surat cinta itu istilah untuk surat penolakan dari penerbit. Sempat frustasi saat itu,” terangnya.

Untungnya, rasa frustrasi yang dialami Michan tidak berkepanjangan. Saat ia duduk di bangku SMA, ia mencoba kembali menulis dan membuat buku sendiri. “Michan bikin buku, di print gitu, terus di-fotocopy. Dikasiin ke teman-teman responnya bagus. Tapi tetap saat itu enggak mau ngasiin ke penerbit,” ceritanya.

Baru di tahun 2008, Michan beruntung mendapat kesempatan membuat buku perdananya ‘Kutu Kupret Sendal Jepit’. Michan bisa dibilang sukses menjalani kehidupan mandiri di Bandung. Orang tua dan adik-adiknya saat ini masih tinggal di Bontang. Sejak SMA, Michan hijrah ke Bandung dan mulai indekos sendiri.

“Orang tua sebetulnya orang Bandung, dua-duanya asli sunda. Cuma ayah saja kerja di Bontang, dan saya juga lahir di Bontang,” ujar mantan Duta Wisata Putri Bontang 2001 ini.

Meski kadang sulit hidup jauh dari orang tua, namun menurut Michan, hal itu justru membuatnya lebih mandiri dan bisa mengekspresikan diri. “Kenapa milih bertahan di Bandung walaupun jauh dari orang tua, karena akses di Kota Besar ini kan gampang. Lebih gampang untuk berkreasi,” ujar juara ke-3 Kotex Be-You 2008 ini.

Selain menulis, gadis berbakat ini juga gemar bermain musik, menulis lagu, dan bikin film. Semua itu menurut Michan, karena ia memang sangat mencintai dunia seni. “Apapun yang berhubungan dengan seni, saya suka. Saya juga ingin konsisten di nulis, tapi saya inginnya mengalir begitu saja. Menulis tanpa beban,” kata Michan.

dtc/try

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…