Jumat, 18 Februari 2011 08:25 WIB Solo Share :

Rp 20 Juta untuk pengambilan sampel makanan

Balaikota (Espos) – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mengalokasikan dana senilai Rp 20 juta guna pengambilan sampel makanan tahun 2011. Kegiatan akan difokuskan untuk jajanan yang banyak dijual di SD-SD.

Kepala Bidang Upaya Kesehatan DKK Solo, Setyowati mengemukakan anggaran pengawasan dan pengambilan sampel makanan tersebut naik Rp 2 juta dibanding tahun lalu. “Untuk tahun ini akan difokuskan ke jajanan yang banyak dijual di lingkungan SD-SD. Karena dari tahun ke tahun selalu ditemukan makanan yang mengandung bahan-bahan yang berbahaya,” ujar Setyowati saat dimintai konfirmasi, Jumat (18/2).

Seperti pada pengambilan sampel makanan yang dilakukan DKK tahun 2009 lalu, pihaknya menemukan dari 43 sampel makanan yang diperiksa diketahui 9,3 persen mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna untuk tekstil, misalnya rodhamin.Kemudian tahun 2010, dari 413 sampel, sekitar 9,2% di antaranya mengandung bahan berbahaya. Tahun ini direncanakan akan diambil 500-600 sampel dari SD-SD di Kota Solo. Pengawasan dilakukan dengan melibatkan 17 pusat kesehatan masyarakat agar sampel yang diambil acak meliputi seluruh wilayah. “Selain di sekolah yang pernah kami datangi, kami juga akan datang ke lokasi lainnya,” pungkasnya.

sry

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…