Jumat, 18 Februari 2011 09:25 WIB News Share :

Ratusan "Gayus" jadi bukti mafia pajak menggurita

Jakarta (Espos) – Temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait rekening pejabat Ditjen Pajak dan keluarganya menunjukkan makin pentingnya pemberantasan Mafia Pajak. Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Al-Habsyi menyatakan temuan ini merupakan bukti mafia pajak kian menggurita.

“Bahkan data PPATK menunjukkan terdapat ratusan Gayus di Ditjen Pajak,” kata Aboe Bakar dalam rilisnya, Jumat (18/2).

Aboe Bakar menegaskan tindak lanjut data PPATK ini oleh aparat terkait akan menunjukkan keseriusan pemerintah memberantas mengguritanya mafia pajak yang menggerogoti sendi utama keuangan negara. “Data PPATK jadi pintu masuk amat krusial bagi pemberantasan mafia pajak. Jangan disia-siakan,” papar politisi PKS tersebut.

Dalam rapat dengar pendapat dengan DPR, PPATK mengungkapkan terdapat beberapa transaksi mencurigakan dari 3.616 rekening milik pejabat Ditjen Pajak dan 12.089 rekening anggota keluarga mereka.

Pemeriksaan rekening pegawai Ditjen Pajak tersebut atas permintaan dari Dirjen Pajak. Hasilnya, rata-rata pegawai pajak melakukan transaksi keuangan dalam jumlah besar yakni berkisar dari Rp 500 juta hingga Rp 7 miliar. Modusnya, pegawai pajak itu menggunakan rekening istri dan anaknya untuk melakukan transaksi. PPATK juga menelisik 1.245 rekening pejabat Bea Cukai dan 3.408 rekening keluarganya.

Menurut Aboe Bakar, mafia pajak termasuk white collar crime harus mendapat perhatian khusus. “Penanganannya harus setara dengan extra ordinary crime. Pelakunya sama saja dengan teroris!” tutup Aboe.

dtc/try

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…