Jumat, 18 Februari 2011 20:57 WIB Sport Share :

Persis Jr tak akan dibubarkan

Solo (Espos)–Meski gagal melaju ke babak semifinal Piala Suratin U-18 Nasional 2010, tim Persis Junior (Jr) tak akan dibubarkan. Tim ini besutan Agung Setyabudi ini tetap dipertahankan untuk diproyeksikan sebagai tim inti Kota Solo pada Porprov XIV/2013 di Banyumas.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Persis Solo, FX Hadi “Rudy” Rudyatmo saat dijumpai Espos di sela-sela menyaksikan turnamen sepakbola U-21 antarkecamatan Piala Walikota di Stadion Manahan, Jumat (18/2).

Pada kesempatan tersebut, Rudy mengatakan meski gagal ke semifinal, prestasi yang ditorehkan Akbar Riansyah dkk tergolong bagus. Mereka mampu melampaui prestasi pendahulunya yang pada musim lalu hanya sampai babak penyisihan Zona Jawa.
“Persis Jr tidak gagal! Mereka tidak lolos ke semifinal hanya kurang beruntung. Buktinya, kami tidak pernah kalah,” ujar Rudy.

Atas prestasi yang cukup gemilang ini, Rudy berharap skuat Persis Jr bisa terus dipertahankan. Sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan, mereka bisa dibutuhkan untuk mendongkak prestasi sepakbola Kota Solo.

Keinginan Rudy untuk mempertahankan skuat Persis Jr ini disambut baik oleh Sekretaris Persis Jr, Sapto Joko Purwadi. Ia bahkan berharap selepas dari kompetisi Piala Suratin ini sebisa mungkin disediakan wadah bagi Akbar Riansyah  dkk menjalani latihan bersama.

“Intinya anak-anak butuh wadah untuk menjalani latihan bersama. Mereka tidak ingin selepas kompetisi bubar, tidak ada lagi wadah untuk meningkatkan kemampuan mereka,” ujar Sapto.
Sapto menambahkan pada era 2007-2008 lalu, pengurus Persis pernah memiliki Persis Madya. Tim ini berisikan para pemain jebolan Persis Jr sebelum dipanggil memperkuat tim senior.
“Namun saat itu hanya bertahan semusim. Selepas itu tidak ada lagi,” terangnya.

yud

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…