Jumat, 18 Februari 2011 08:47 WIB News Share :

Penegak hukum diminta ungkap semua "Gayus" di Ditjen Pajak

Jakarta (Espos) – PPATK menemukan 42 transaksi mencurigakan di rekening pegawai Ditjen Pajak. Penegak hukum didesak menggunakan temuan PPATK sebagai pintu mengungkap semua mafia di Ditjen Pajak.

“Kasus Gayus ini baru entry point yang seharusnya digunakan untuk mengungkap semua Gayus di Ditjen Pajak. Karena masih banyak Gayus Gayus yang lain di sana,” ujar anggota Komisi III DPR dari FPD, Saan Mustopa di Jakarta, Jumat (18/2) pagi.

Saan menuturkan, temuan PPATK harusnya memicu semangat penegak hukum. Apalagi seorang pegawai pajak ditengarai memiliki rekening fantastis hingga Rp 27 miliar. “Karenanya Kepolisian bekerjasama dengan Kejaksaan dan PPATK harus mengungkap dan membuktikan adanya permainan mafia pajak di Ditjen Pajak,” papar Saan.

Saan juga meminta penegak hukum bergerak cepat. Diharapkan pengusutan kasus Gayus juga cepat tuntas. “Rakyat menunggu agar pemberantasan mafia pajak ini benar-benar tuntas,” tandasnya.

Sebelumnya Ketua PPATK Yunus Husein mengungkap adanya 42 transaksi mencurigakan ke rekening pegawai pajak. Transaksi rata-rata Rp 7 miliar dengan angka transaksi tertinggi hingga Rp 27 miliar.

dtc/try

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…