Jumat, 18 Februari 2011 13:15 WIB Sukoharjo Share :

Menyadap temukan mayat remaja perempuan di hutan karet Polokarto

Dua warga Polokarto penemu jasad diperiksa di Mapolsek Polokarto, Jumat (18/2) siang. Foto: Oriza Vilosa

Sukoharjo (Espos) – Penemuan jasad tanpa identitas kembali terjadi di Sukoharjo, kali ini di Desa Donakan, Polokarto, Jumat (18/2) sekitar pukul 08.00 WIB. Diperkirakan korban berusia 17 tahun.

Informasi yang dihimpun Espos, mayat ditemukan penyadap karet di area hutan karet setempat. Terdapat luka lecet di bagian tangan dan kaki korban. Selain itu, terdapat sisa darah di sekitar mulut korban.

Saksi yang kali pertama melihat mayat tanpa identitas itu, Surono, 34, warga Desa Polokarto RT 2/RW X, Kecamatan Polokarto, mengatakan mulanya keberadaan korban diketahui dari sandal slop warna hijau muda terlihat di sekitar pohon karet yang hendak disadapnya.

“Saya lihat sepasang sandal slop, lalu ketika saya toleh ke belakang ternyata ada sesosok mayat dengan posisi yang tengkurap,” ujarnya saat dimintai keterangan di Mapolsek Polokarto, Jumat siang.

Surono mengatakan jarak antara lokasi mayat dan sandal sekitar tujuh meter. Dia kemudian berteriak memanggil sejumlah penyadap lain yang berada di Blok C di areal hutan karet yang sama. Tak berapa lama, hal itu dilaporkan kepada mandor hutan dan diteruskan ke Polsek.

Saat ditemukan, korban mengenakan celana jins dan kaos berwarna merah serta jilbab hitam. Kapolres Sukoharjo, AKBP Pri Hartono EL melalui Kapolsek Polokarto, AKP Apin Sunu menyatakan telah mengirim mayat itu ke Laboratorium Forensik (Labfor) Solo untuk divisum.

“Korban tanpa identitas dan warga di sekitar TKP (tempat kejadian perkara) yang mengenal korban,” ujarnya di Mapolsek Polokarto.

Menurut informasi petugas medis Puskesmas setempat, kata Apin,  korban meregang nyawa sekitar 10 jam sebelum ditemukan. Namun belum disimpulkan penyebab tewasnya korban. “Kesimpulan setelah hasil visum ada, kami belum berani menduga,” tandasnya.

ovi

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…