Jumat, 18 Februari 2011 16:04 WIB News Share :

KPK telusuri data wajib pajak perusahaan 'pasien' Gayus

Jakarta (Espos) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya memegang data wajib pajak perusahaan-perusahaan yang dipegang oleh Gayus Tambunan. Tim KPK masih terus menelusuri data-data tersebut.

“Tim sedang menelusuri data-data dari Ditjen Pajak,” ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (18/2).

Data-data itu dipegang KPK sejak beberapa waktu lalu. Perusahaan apa saja yang tengah diusut KPK, Johan menolak menjelaskan secara rinci. KPK juga mengaku terus berkoordinasi dengan tim Polri untuk mengusut kasus Gayus. “Kita terus koordinasi juga dengan tim Polri,” tegasnya.

Dari penanganan 151 wajib pajak, terungkap Gayus menangani 44 perusahaan wajib pajak yang terdiri dari 138 perkara. Dari jumlah itu pengadilan pajak menjatuhkan putusan 98 perkara diterima baik sebagian maupun seluruhnya dan 45 perkara ditolak.

Tim gabungan untuk mengusut kasus Gayus tidak main-main. Tercatat ada tim dari KPK, Bareskrim hingga Ditjen Pajak yang ikut masuk ke dalam tim ini. Gayus sendiri sudah dua kali diperiksa KPK. Namun pemeriksaannya masih seputar aktivitasnya selama di Ditjen Pajak.

dtc/try

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…