Jumat, 18 Februari 2011 19:53 WIB Sragen Share :

Jembatan antardesa Pengkol-Kecik terancam putus

Sragen(Espos)--Jembatan jalan usaha tani (JUT) antardesa Pengkol-Kecik di Dusun Sidomulyo RT 12, Pengkol,Tanon, terancam putus sejak terkena bencana banjir yang melanda wilayah Tanon tahun 2007 lalu. Kondisi jembatan semakin ambles menyusul belum terealisasinya bantuan yang diajukan pihak desa. Akibatnya, akses pengangkutan hasil pertanian terganggu.

Berdasarkan pengamatan Espos di lokasi, Rabu (16/2) lalu, bagian tengah jembatan tampak lebih rendah sekitar 5 cm-10 cm dibanding jalan sekitarnya. Menurut warga, hal itu disebabkan beton bagian tengah jembatan semakin tidak kuat menahan beban jembatan, sehingga tampak semakin ambles dari waktu ke waktu. Tembok pengaman di salah satu sisi jembatan sudah ambrol.

Ambrolan masih tampak di sungai di bawah jembatan. Pada sisi lain, jembatan tampak bergeser sekitar 30 cm dari posisi semestinya. Beruntung, pergeseran jembatan itu masih berada di atas pondasi jembatan, sehingga jembatan masih dapat difungsikan.

Di sudut lain, jalan di sisi sebelah timur, longsor. Hal itu mengakibatkan jalan semakin sempit.

Menurut Patmo Diharjo, 70, salah satu petani asal Grumbul RT 3, Pengkol, saat ditemui Espos, sejak jembatan itu diketahui rusak pascabanjir lalu, secara berkala para petani menimbun bagian tengah jembatan yang ambles itu dengan pasir dan bebatuan, agar
jembatan dapat dilewati. Pasalnya, jembatan itu dinilai sangat penting bagi pengangkutan hasil pertanian baik dari Kecik ke Pengkol maupun sebaliknya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pengkol, Haryono, mengungkapkan setidaknya sudah kali ketiga usulan bantuan perbaikan jembatan diajukan ke dinas terkait. Tanpa ada rasa pesimistis, hingga saat ini pihaknya masih menunggu realisasi, mengingat sangat pentingnya jembatan tersebut bagi para petani di Pengkol dan Kecik. Tidak hanya itu, pihaknya juga pernah berupaya mengajukan bantuan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Jembatan juga pernah di survei. Namun, hingga sekarang belum terlihat indikasi bantuan bakal terealisasi. Kendati demikian, pihaknya akan terus berupaya.

“Kali terakhir usulan perbaikan jembatan saya masukkan ke RPJMDes tahun ini,” pungkasnya.

m93

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…