Jumat, 18 Februari 2011 14:52 WIB Wonogiri Share :

Dukungan pertahankan panggung di alun-alun mengalir

Wonogiri (Espos) – Dukungan atas keberadaan panggung seni budaya di Alun-alun Giri Krida Bakti di depan Rumah Dinas Bupati Wonogiri terus mengalir. Menyusul Persatuan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani), Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Dangdut Wonogiri juga meminta panggung itu dipertahankan.

Alasannya, para pekerja seni di Wonogiri selama ini sangat kekurangan tempat untuk unjuk karya. Kalau harus menyewa tenda biayanya terlalu mahal. Selain itu, mempertahankan panggung juga berarti menghargai jerih payah pemimpin terdahulu. Hal itu seperti disampaikan Ketua DPC PAMMI Dangdut Wonogiri, Mulyanto SKar, Jumat (18/2).

Mulyanto mengatakan sebagai orang Jawa mestinya masyarakat bisa mikul dhuwur mendhen jero, yang artinya menunjunjung tinggi jasa dan memendam dalam-dalam keburukan orang. “Di sini saya tidak hendak berkomentar soal regulasi. Tapi saya melihat manfaat dari keberadaan panggung itu bagi pengembangan seni dan budaya di Wonogiri. Bagaimana pun panggung itu adalah hasil jerih payah pendahulu yang patut dihargai sebagai tinggalan bagi anak cucu kelak,” kata Mulyanto.

Lebih jauh mengenai manfaat panggung, Mulyanto menjelaskan akan sangat membantu pengembangan kreasi seni dan budaya di Wonogiri. Selama ini, para pekerja seni sangat kekurangan sarana berekspresi dan unjuk kreasi. Maksimal hanya sebagai pengisi acara resepsi nikah atau acara-acara lain.

Dengan adanya panggung itu, kata Mulyanto, para pekerja seni bisa menggelar pementasan secara berkala dengan biaya yang murah. Dia mengungkapkan menyewa panggung untuk menyelenggarakan acara minimal membutuhkan Rp 1 juta-Rp 2 juta sekali pentas. “Sebagai pekerja seni kami berharap diajak urun rembuk, memberi masukan agar apapun hasil keputusan pemerintah atas keberadaan panggung nantinya bisa diterima semua pihak,” tandas Mulyanto.

shs

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…