Jumat, 18 Februari 2011 15:28 WIB News Share :

Brigjen Pol Heriawan batal jadi Wakapolda Metro dinilai ganjil

Jakarta (Espos) – Jabatan Wakapolda Metro yang hanya dipegang satu pekan oleh Brigjen Pol Heriawan dinilai aneh. Dicurigai ada sesuatu di balik pergantian singkat ini. Polri harus menjelaskan alasan secara rinci.

“Saya kira perlu dipertanyakan, Polri harus beri penjelasan. Hal seperti ini nyaris tidak pernah terdengar,” kata anggota Kompolnas Novel Ali di Jakarta, Jumat (18/2).

Novel menjelasan, apapun alasan dan pertimbangannya, meski untuk tujuan organisasi, harus ada penjelasan yang bisa diterima publik. Pergantian dalam waktu singkat tentu menimbulkan banyak tanda tanya.

“Ini agak ganjil karena jarang terjadi. Polri harus proaktif, kenapa kok begini,” katanya.

Penjelasan secara transparan justru akan membuat Polri mendapat respons politik dari publik. “Polri dianggap lebih bijaksana,” terangnya.

Brigjen Pol Heriawan baru menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya seminggu. Namun jabatan tersebut akhirnya berpindah ke tangan Brigjen Polisi Suhardi Alius, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Mabes Polri.

Berdasarkan surat telegram rahasia (STR) bernomor STR/119/11/2011, Suhardi Alius yang pernah menjadi Koorspri Jenderal (Purn) Sutanto saat menjadi Kapolri ditetapkan menggantikan Brigjen Pol Heriawan (Dirjen Susbud Debid Jianstrad Lemhanas RI) yang semula dimutasi sebagai Wakapolda Metro Jaya. Surat mutasi ditandatangani Wakapolri Komjen Pol Jusuf Manggabarani.

dtc/try

Kolom

GAGASAN
Kids Zaman Now Membaca Media Cetak?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (12/2/2018) dan Harian Bisnis Indonesia edisi Sabtu (10/2/2018). Esai ini karya Lahyanto Nadie, pengampu Manajemen Media Massa di Kwik Kian Gie School of Business dan pengurus Yayasan Lembaga Pers dr. Soetomo Jakarta. Solopos.com,…