Kamis, 17 Februari 2011 10:52 WIB Hukum Share :

Tempat zikir di Indramayu diserang karena masalah utang

Jakarta (Espos) – Warga Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dikagetkan kabar penyerangan sekelompok orang ke rumah zikir milik Kepala Desa Junaidi. Tempat zikir yang biasa didatangi Junaidi ini diserbu sekitar enam orang.

“Itu bukan pesantren tapi tempat zikir. Tempatnya seperti bilik bambu berukuran 4×6 meter. Kemarin memang didatangi enam orang pukul 13.30 WIB,” ujar seorang petugas Polres Indramayu, Kamis (17/2).

Kasus ini bermula dari utang piutang antara Junaidi dengan seorang warga bernama Dedi Trimanto. Junaidi terlibat utang sebesar Rp 55 juta. Utang itu sudah dibayar dengan mencicil. Namun tiba-tiba Dedi bersama rekannya yang lain mendatangi tempat zikir Junaidi.

“Pas ke situ nggak ada orang. Pak Kuwunya (panggilan Junaidi) sudah tidak ada di tempat,” ujarnya.

Akhirnya, dengan penuh amarah, enam orang ini merusak bangunan tempat zikir itu. Kaca jendela dan sebuah pot bunga rusak berserakan. Junaidi kini berada di Polres Indramayu guna melaporkan kejadian ini.

dtc/try

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…