Kamis, 17 Februari 2011 11:20 WIB News Share :

Telan Rp 10 M, JK nilai audit forensik Century perlu

Jakarta (Espos) – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan audit forensik seperti disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diperlukan. Audit forensik butuh dana Rp 10 miliar dan waktu tiga bulan.

“Oh iya, itu diperlukan. Audit forensik itu nantinya untuk mengecek ada tidaknya uang negara dalam Rp 6,7 triliun itu. Untuk melacak uang negara perlu dilakukan audit forensik. BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) perlu melakukannya saya pikir,” ujar JK.

JK menyampaikan hal itu ketika ditanya tentang audit forensik kasus Century usai ‘Kampanye Prosedur Penyelamatan di Jalan Raya’ di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (17/2).

Mengenai dana audit forensik, JK tak sepakat dengan KPK yang akan memakan dana Rp 93 miliar. JK menilai dana tersebut terlalu besar.

“Saya pikir terlalu besar, tidak sampai Rp 93 miliarlah. Audit forensik itu dilakukan sekitar 100 orang pegawai, dan untuk gaji, masa iya satu orang satu miliar?” kata JK.

Jadi berapa kira-kira dana untuk audit forensik?

“Jadi kira-kira Rp 10 miliar, tidak lebih dari itu. Audit forensik ini saya pikir waktunya juga singkat, tiga bulan saja bisa,” tandas JK.

Sebelumnya KPK mengatakan audit forensik kasus Century hanya bisa dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Begitu juga dengan dana untuk audit tersebut, peruntukannya murni untuk BPK.

“Dalam pertemuan KPK, BPK, DPR mengemuka perlunya dilakukan audit forensik terhadap kasus Century. Jadi bukan KPK yang melakukan, tapi BPK. Ini kebutuhan BPK untuk melakukan audit tersebut,” ujar jubir KPK Johan Budi SP kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/2) sore.

Johan mengatakan, dana yang dibutuhkan untuk dilakukan audit forensik tersebut sebesar Rp 93 miliar. Dan hanya BPK, lanjutnya, pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan audit forensik.

dtc/try

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…