Kamis, 17 Februari 2011 05:14 WIB Karanganyar Share :

Bupati Karanganyar tidak tahu soal buku SBY

Karanganyar (Espos)–Bupati Karanganyar Rina Iriani mengaku tidak tahu menahu tentang peredaran buku SBY di sekolah penerima DAK di Karanganyar. “Saya baru tahu ini. Saya kira hanya di Tegal saja, ternyata Karanganyar iya ta?” tanyanya.

Bupati menyatakan tidak akan melarang atau pun menganjurkan peredaran buku SBY yang ada wilayahnya tersebut. ”Bagi yang suka silahkan membaca, lalu bagi yang tidak suka tidak usah. Saya tidak punya hak dan kewenangan untuk melarang atau pun menganjurkan peredaran buku SBY,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kasek) SMP Negeri I Karanganyar Widodo mengatakan tidak tahu menahu mengenai paket buku DAK yang digelontorkan langsung dari pemerintah pusat. Apalagi jika paket buku DAK tersebut ada beberapa di antaranya buku berisi tentang perjalanan hidup SBY dan Ani Yudhoyono.

“Sampai sekarang buku masih kami lakukan inventarisasi. Belum kami buka seluruhnya jadi tidak tahu berapa totalnya,” ujarnya.

Kasek SMP Negeri 4 Karanganyar Sukinto mengatakan berdasarkan inventarisasi sementara jumlah buku berisi tentang SBY ada sekitar 24 eksemplar.

Sedikitnya ada lima seri buku tentang SBY dan satu seri buku Ani Yudhoyono di mana masing-masing seri buku terdiri atas empat eksemplar. Buku-buku tersebut kini masih dipelajari guru apakah nantinya akan dijadikan sebagai buku pendamping atau bacaan wajib. Pihaknya juga masih menunggu instruksi jelas dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) mengenai buku-buku DAK tersebut.

Terpisah, Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto meminta buku yang berisi tentang SBY untuk segera ditarik dari peredaran. Apalagi jika terdapat muatan politis dalam peredaran buku tersebut. Menurutnya peredaran  buku tentang SBY bisa menimbulkan kecemburuan politis, sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu kemurnian politik seseorang.

isw

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…