Rabu, 16 Februari 2011 15:10 WIB Wonogiri Share :

Rusak parah, jalan Wonogiri-Pacitan dipasangi gambar tengkorak

Wonogiri (Espos) – Sejumlah tanda peringatan di antaranya sebuah papan bergambar tengkorak di atas tanda silang bertuliskan “Awas” menghiasi jalan raya Wonogiri-Pacitan di Dusun Kedunglumbu, Desa/Kecamatan Baturetno, Rabu (16/2). Tanda itu dipasang karena jalan rusak parah dan kerap mencelakakan pengguna jalan.

Informasi yang dihimpun Espos, pemasangan tanda peringatan itu dilakukan Selasa (15/2) petang, tak jauh dari SPBU Baturetno. Selain papan bergambar tengkorak di atas tanda silang, ada pula papan bertuliskan “Rawan” dalam huruf kapital dengan susunan vertikal, serta serumpun dedaunan untuk menutupi lubang jalan. Semua berderet memanjang di tengah badan jalan.

Alasan pemasangan tanda peringatan itu karena warga setempat tidak tahan melihat banyak pengendara yang mengalami kecelakaan akibat terperosok lubang. Hampir setiap hari ada pengendara yang jatuh dari sepeda motor saat melintas di jalan itu. Pengendara yang celaka itu kebanyakan warga luar Wonogiri yang tidak hapal medan jalan.

Salah satu anggota DPRD asal Giriwoyo, Ngadiyono, yang setiap hari lewat di jalan itu mengatakan kerusakan jalan utama Wonogiri-Pacitan itu memang sudah cukup parah. Karena itulah, dia menilai langkah warga memasang tanda peringatan itu sangat bermanfaat.

Menurut Ngadiyono, dari arah utara, jalan yang rusak itu berada tepat setelah turunan dan sebelum tanjakan. Sehingga banyak pengendara yang tak melihat adanya lubang dan kerapkali terperosok. “Kalau tidak ada peringatan itu bisa jadi akan lebih banyak korban berjatuhan. Mohon menjadi perhatian bagi pihak-pihak terkait, khususnya Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Provinsi Jateng karena jalan tersebut merupakan jalan provinsi,” jelas anggota DPRD dari Fraksi PKS itu.

shs

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…