Rabu, 16 Februari 2011 20:46 WIB Sport Share :

Redknapp kecam tekel horor Flamini

Milan (Espos)--Manajer Tottenham Hotspur, Harry Redknapp, sangat meradang menyaksikan tekel horor Mathieu Flamini terhadap Vedran Corluka. Dia menilai gelandang AC Milan tersebut pantas diganjar kartu merah, bukan sekadar kartu kuning.

Gol tunggal Peter Crouch memastikan Spurs memenangi leg pertama babak 16 Besar Liga Champions itu dengan skor tipis 1-0, Rabu (16/2) dini hari WIB. Namun, pertandingan dinodai dengan tekel dua kaki yang dilakukan Flamini.

“Tekel Flamini sangat mengerikan. Seharusnya dia dikartu merah. Dia menekel dengan dua kali. Itu tekel yang bisa mematahkan kaki,” sergah Redknapp, seperti dilansir yahoosports.com.

Corluka tak sangguh menuntaskan laga. Bek Kroasia ini ditandu keluar lapangan di awal babak kedua dan digantikan oleh Jonathan Woodgate. Setelah ditarik, Corluka tampak menggunakan kruk dengan kaki kanan dibalut gips. Walau cederanya terlihat parah namun Redknapp menilai pemainnya itu tidak sampai mengalami patah tulang.

“Kami akan melakukan pemeriksaan sinar-X. Saya rasa kakinya tidak patah, namun tekel seperti itu bisa dengan mudah mematahkan kaki orang. Seharusnya UEFA melihat lagi tekel itu. Bagaimana mungkin dia tidak mendapat kartu merah?” tukas sang manajer.

Merasa bersalah, Flamini, mengaku telah meminta maaf kepada Corluka. Dia pun berharap Rossoneri, julukan Milan, bisa memenangi leg kedua di London dan melenggang ke babak perempat final.

“Saya pergi ke ruang ganti Tottenham untuk melihat kondisi Corluka dan meminta maaf. Sangat memalukan kami kami kalah dalam pertandingan ini, tapi kami main bagus di babak kedua. Sekarang kami harus pergi ke London dan menang,” ujar Flamini.

yms

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…