Rabu, 16 Februari 2011 11:30 WIB News Share :

Polisi
Penyerangan Ponpes di Pasuruan tak direncanakan

Surabaya (Espos) – Kapolda Jatim Irjen Pol Badrodin Haiti menegaskan insiden di Ponpes Al Ma’hadul Islami Yayasan Pesantren Indonesia (YAPI) Pasuruan tak terkait rentetan aksi mengatasnamakan agama.

“Saya belum bisa temukan benang merah dengan kejadian Temanggung dan Ciekesik,” kata kapolda dalam pertemuan dengan pimpinan media di Mapolda Jatim, Rabu (16/2).

Kapolda juga memastikan penyerangan yang dilakukan massa yang pulang dari pengajian di salah satu ponpes di Singosari itu sama sekali tidak direncanakan. “Hasil interogasi kepada pelaku bahwa aksi itu berasal dari saling ejek. Tidak direncanakan,” terangnya.

Namun kapolda mengakui bahwa insiden di Ponpes bukan kali pertama. “Sebelumnya biasanya di luar. Massa lewat melakukan provokasi. Dan kali ini massa masuk dan mendapat perlawanan santri,” kata kapolda.

Bahkan, polisi kata Kapolda, telah melakukan uji fisik batu-batu yang digunakan penyerang. “Batu-batu yang kita amankan kita cocokkan dengan batu yang ada di depan ponpes. Ternyata cocok,” kata kapolda.

Hingga hari ini, polisi masih mengamankan tiga orang yang diduga ikut menyerang. “Dua orang sudah selesai pemeriksaannya, yang satu belum karena sakit dan dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Sebelumnya ratusan massa tak dikenal mengenakan sarung sambil mengendarai sepeda motor menyerbu dan melempari Ponpes dengan batu, Selasa (15/2) sekitar pukul 14.00 WIB. Polres Pasuruan dan di-backup 2 Kompi Brimob Polda Jatim, telah mengamankan lokasi sehingga kembali kondusif.

dtc/try

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…