Rabu, 16 Februari 2011 22:09 WIB Klaten Share :

PLN genjot jumlah pelanggan listrik prabayar

Klaten (Espos)--Perusahaan Listrik Negara Area Pelayanan Jaringan (PLN APJ) Klaten terus menggenjot jumlah pelanggan listrik prabayar di wilayah Boyolali dan Klaten. Hal itu terkait masih sedikitnya jumlah pelanggan listrik prabayar di kedua wilayah tersebut.

Asisten Manager Pemasaran dan Niaga PLN APJ Klaten, Herry Marwidagdo menjelaskan, sejak diluncurkan akhir tahun 2009 lalu, jumlah pelanggan listrik prabayar di Klaten dan Boyolali baru mencapai 6.512 pelanggan. Angka tersebut diakui memang masih terbilang kecil sebab jumlah total pelanggan listrik di wilayahnya mencapai 467.000 pelanggan.

“Meski demikian, kami terus menggenjot dan menyosialisasikan kepada warga. Warga yang sudah langganan pascabayar pun bisa beralih ke prabayar tanpa dipungut biaya sama sekali,” jelasnya kepada Espos, Rabu (16/2).

Menurutnya, ada sejumlah kemudahan dengan memakai listrik prabayar. Selain tak dikenakan beban biaya listrik atau abonemen, pelanggan juga tak akan dikenai uang jaminan, apalagi sanksi. “Kalau manfaat bagi kami, tak lagi ada tunggakan, salah hitung atau salah baca meteran. Dan yang jelas, jauh lebih irit,” paparnya.

Selama ini, sasaran utama pelanggan listrik prabayar baru sebatas pegawai negeri, pejabat, mitra PLN serta instansi-instansi. Sasaran untuk warga secara umum masih sangat kecil. “Ya, kalau warga baru sebatas warga korban Merapi yang menempati selter-selter di Manisrenggo,” paparnya.

Meningkatnya jumlah pelanggan listrik prabayar, kata Herry, sangat paralel dengan berkurangnya tunggakan. Meski sejauh ini pengurangan tunggakan belum kelihatan jelas, namun ditergetkan tunggakan listrik akan mencapai 0%. “Selama ini tunggakan listrik masih 1,3%. Itu pun 90% didominasi pelanggan rumah tangga. Untuk pelanggan perusahaan relatif lancar,” tambahnya.

Humas PLN APJ Klaten, Santosa menambahkan, program listrik prabayar yang diberikan bagi korban letusan Merapi adalah bantuan murni. “Mulai dari pemasangan jaringan, hingga pemasangan intalasinya gratis. Totalnya mencapai Rp 277 juta,” tambahnya.

asa

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…