Rabu, 16 Februari 2011 21:05 WIB Klaten Share :

Pengungsi Balerante pindah ke selter

Klaten (Espos)--Para pengungsi letusan Merapi warga Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Rabu (16/2), mulai menempati selter di Bumi Perkemahan Kepurun di Desa Kepurun, Kecamatan Manisrenggo. Meski tanpa penyerahan resmi, pemindahan 165 KK pengungsi ke selter berjalan lancar.

Pada kesempatan itu, Dinsosnakertrans setempat membagikan bantuan berupa kasur, bantal, peralatan masak, peralatan mandi serta isian selter lainnya. Salah seorang pengungsi warga Dukuh Banjarsari, Desa Balerante, Giyanto Rejo Utomo, 50, mengaku lega bisa pindah ke selter. “Sudah tiga bulan lebih kami mengungsi dari satu tempat ke tempat lain,” jelasnya.

Menurutnya, hidup di pengungsian meskipun kebutuhan dasar terpenuhi tapi dirasa tak nyaman karena harus berbagi dengan pengungsi lainnya. Dia menilai kondisi selter yang berdinding batako dan anyaman bambu itu cukup layak untuk ditempati. Bapak satu anak itu menuturkan listrik sudah menyala, hanya saja air yang mengalir ke kamar mandi belum begitu lancar.

Koordinator Penanganan Pengungsi Satlak PB Klaten, Joko Rukminto mengatakan bangunan selter terutama di bagian atapnya diperkuat supaya tak terbang saat angin kencang bertiup. “Jaga-jaga biar kejadian Senin (14/2) tak terulang,” jelasnya. Untuk diketahui pada Senin lalu, atap 12 unit selter terbang ditiup angin kencang. Dia mengatakan penguatan atap seng dilaksanakan oleh rekanan yang melaksanakan pembangunan selter.

Menurutnya, logistik berupa makanan untuk pengungsi pada Rabu masih ditanggung oleh Satlak. Selanjutnya mulai Kamis (17/2), pengungsi diharapkan hidup mandiri. Dipaparkan Joko Rukminto, kepindahakn pengungsi ke selter tak mengalami kendala karena sebelumnya sudah dilakukan pengundian yang difasilitasi desa untuk menentukan lokasi bagi masing-masing KK.

Kepala Dinsosnakertrans Klaten, Joko Indriyo mengatakan pendistribusian bantuan berupa isian selter ditargetkan selesai dalam dua hari. “Kami terkendala minimnya armada untuk mengangkut barang-barang ke sini,” jelasnya kepada wartawan di lokasi selter. Dia menuturkan bantuan bersumber dari berbagai pihak yang peduli dengan pengungsi Merapi.

Diharapkan setelah menempati selter lengkap dengan isiannya, papar dia, para pengungsi sejumlah 573 orang bisa hidup mandiri. Disinggung tentang jatah hidup (Jadup) bagi pengungsi, Joko mengatakan belum menentukan waktu pembagiannya. Namun ia menjamin pengungsi segera menerima Jadup senilai Rp 5.000 per kepala per hari selama 30 hari.

rei

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…