Rabu, 16 Februari 2011 20:12 WIB Sragen Share :

"Kadar zat kapur di Pengkol masih normal"

Sragen (Espos) –– Kepala Desa (Kades) Pengkol, Haryono, menilai kadar zat kapur di wilayah Pengkol masih dalam batas normal. Warga diminta tidak khawatir mengonsumsi air dari sumur.

Demikian disampaikan Kades saat ditemui Espos, Rabu (16/2). Ia mengakui telah mengetahui sumber air di lokasi tertentu memang mengandung zat kapur. Lokasi-lokasi itu hanya sebagian kecil di Pengkol. Menurutnya, air yang mengadung zat kapur masih dapat dikonsumsi atau digunakan untuk memenuhi keperluan lainnya. Namun ia juga tidak menampik bahwa banyak pula warga yang diketahui membeli air bersih untuk mencukupi kebutuhan air konsumsi.

Aktivitas warga yang membeli air bersih itu tidak terlepas dari kebiasaan warga yang memang sudah sangat lama membeli air. Sehingga, air dari sumur di rumah warga sendiri sudah semakin ditinggalkan.

“Memang di Pengkol ada sebagian kecil lokasi yang diketahui mengandung zat kapur. Tetapi menurut saya kandungannya masih dalam batas kewajaran. Secara resmi kami belum menerima laporan terkait adanya air di Pengkol ini mengandung zat kapur yang sangat tinggi,” jelasnya.

Kendati demikian, sambungnya, pihaknya akan mengecek ke lokasi-lokasi yang ditengarai menjadi sumber kekhawatiran mengenai temuan air yang mengandung zat kapur berkadar tinggi. Selain itu, pihaknya juga akan melaporkan hal tersebut ke pihak kecamatan agar mendapat tindakan ilmiah apabila memang ditemukan kandungan zat kapur yang melebihi batas. Upaya itu dinilai perlu ditempuh agar  tidak menambah kekhawatiran warga.

“Bagaimanapun juga hal ini berkaitan dengan kepentingan warga. Kami akan berupaya mengecek,” tandasnya.

Ditemui terpisah, Camat Tanon, Sutrisno, kepada Espos, mengungkapkan selama ini belum ada laporan resmi berkenaan dengan ditemukannya air di Pengkol yang mengandung zat kapur berkadar tinggi.

Meskipun demikian, pihaknya tetap akan melaporkan ke dinas terkait agar mendapat tindakan ilmiah untuk mengecek zat kapur yang terkandung dalam air di wilayah Pengkol. Apabila sudah ada hasil ilmiah, imbuhnya, langkah berikutnya baru akan dapat ditempuh.

m93

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…