Rabu, 16 Februari 2011 19:52 WIB Tak Berkategori Share :

Jalan Grobogan-Blora longsor 20 meter

Grobogan (Espos)--Dihantam banjir beberapa waktu lalu, ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Grobogan-Blora di dekat jembatan Sungai Gebang Dusun Pulo, Desa Kalisari, Kecamatan Kradenan, longsor sepanjang 20 meter.

Pantauan di lapangan, Rabu (16/2), longsor tersebut telah memakan separuh badan jalan, sehingga untuk menghindari hal yang tidak diinginkan oleh warga setempat diberlakukan satu jalur untuk arus lalu lintas yang melalui lokasi tersebut,

Warga sekitar lokasi berharap ada perhatian pemerintah melalui dinas terkait untuk bisa segera memperbaiki jalan tersebut. Mengingat jika tidak segera diperbaiki dikhawatirkan longsor akan bertambah lebar.

“Kami berharap bisa segera diperbaiki agar longsornya tidak bertambah lebar, sehingga jalannya tidak terputus,” ujar Iwan, warga Kradenan, Rabu (16/2).

Sementara guna menghindari terjadinya kecelakaan atau kendaraan terperosok ke dalam lokasi longsoran sedalam kurang lebih enam meter, warga sekitar memberi tanda peringatan dan memasang lampu.

“Warga juga secara bergantian mengatur arus lalu lintas karena hanya satu jalur, agar tidak ada kecelakaan,” tutur Edy.

Terpisah Kepala Balai Pelaksana Teknik (BPT) Bina Marga Wilayah Purwodadi, Ir AR Hanung Triyono MSi kepada wartawan menerangkan, bahwa badan jalan dan talud jembatan Sungai Gebang longsor setelah diterjang banjir beberapa waktu lalu. Selain itu kondisi tanah yang labil membuat longsor cukup panjang.

“Tahun 2011 ini sudah dianggarkan Rp 400 juta untuk perbaikan badan jalan dan talud jembatan yang longsor Desa Kalisari, Kradenan. Rencananya bulan depan setelah penandatanganan kontrak akan segera diperbaiki,” ujarnya.

Mengingat arus Sungai Gebang setiap musim hujan banjir dan sangat kuat, lanjut Hanung model perbaikan bahu dan talud jembatan yang longsor menggunakan kontruksi tiang pancang.

Selain di Kradenan, jalan provinsi di Grobogan yang longsor juga ada di dekat Jembatan Tirto Kecamatan Wirosari, ruas jalan Purwodadi-Pati Desa Jangkungharjo, ruas jalan Purwodadi-Kudus di  Kecamatan Klambu dan rusa jalan di Godong.

rif

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…