Rabu, 16 Februari 2011 08:01 WIB Ekonomi Share :

G-Resources temukan tambahan emas dan perak di Martabe

Jakarta (Espos) – Perusahaan yang berbasis di Hong Kong, G-Resources menemukan potensi cadangan emas dan perak dari pengeboran di Tor Uluala di proyek Martabe. Temuan ini tidak termasuk dalam proyek awal G-Resources di Martabe.

Lokasi penemuan tepatnya di utara sumberdaya Ramba Joring, dua kilometer (km) utara proyek pembangunan pabrik pengolahan Martabe. Hasil ini berkontribusi pada keseluruhan sumberdaya mineral Tor Uluala yang tersedia dan meningkatkan potensi ekspansi dan memperpanjang waktu hidup tambang.

G-Resources dalam pernyataannya menjelaskan, 18 lubang bor sudah diselesaikan untuk mengetes zona target sepanjang 1.3 km. Pengujian kadar logam sudah diterima dan seluruhnya menunjukkan titik potong yang signifikan: 119.6m @ 1.39g/t Au, 12.60 g/t Ag; 24.05m @ 2.48g/t Au, 6.52g/t Ag; dan 19.6m @ 3.54g/t Au, 36.68g/t Ag.

Program itu memanfaatkan tiga rig pengeboran LF70 yang beroperasi selama tujuh hari masing-masing 24 jam. Mineralisasi terjadi karena kedua oksida ada di dekat permukaan dan sulfida berada lebih dalam.

Saat ini pengeboran difokuskan pada penemuan Horas baru-baru ini, sementara interpretasi berlangsung di Tor Uluala. Dan Tor Uluala dan prospek Horas menunjukkan potensi lanjutan untuk penemuan simpanan emas tambahan dekat dengan operasi Martabe

“Interseksi emas dan perak yang dekat dengan permukaan di prospek Tor Uluala meningkatkan potensi sumberdaya di Martabe secara signifikan,” jelas Owen Hegarty, Executive Vice Chairman G-Resources Group dalam siaran persnya, Rabu (16/2).

“Kami bekerja di wilayah dengan mineralisasi emas yang sangat besar; tentu kami akan terus melakukan pengeboran dan memperluas sumber daya dan cadangan, tidak hanya di wilayah yang sudah yang teridentifikasi, tetapi juga di seluruh wilayah dimana kami sudah diijinkan untuk berkarya,” tambahnya.

Daerah eksplorasi berlanjut di sepanjang 1.639 km2 Kontrak Karya Perusahaan. Tahap kedua pengeboran di prospek Horas telah dimulai, dengan tiga lubang bor yang sudah terselesaikan dari 14 total lubang. Hasil awal yang menggembirakan dengan interseksi silikous di kedalaman 55 m  ditemukan di lubang kedua.  Alterasi silikous umumnya dikaitkan dengan grade emas yang lebih tinggi bagi deposit emas-perak di Martabe.

Terkait status pembangunan proyek Martabe, Peter Albert, CEO G-Resources menegaskan pihaknya akan melaksanakan sesuai jadwal semula. “Kami masih tetap berada di jadwal produksi, emas pertama di bulan Desember tahun ini.  Tim kerja di lapangan dan seluruh kontraktor kami berkomitmen penuh dan berupaya keras untuk mencapai target. Martabe adalah proyek besar; kami memiliki tim yang hebat dan melakukan hal-hal besar,” ujarnya.

G-Resources merupakan perusahaan pertambangan emas multinasional yang berfokus di Asia.  Aset awal utama G-Resources saat ini adalah Martabe yang memiliki sumberdaya 6,5 juta ons emas dan 66 juta ons perak. Sedang dalam proses konstruksi, Martabe ditargetkan untuk memulai produksi di akhir tahun 2011 dengan kapasitas per tahun sebesar 250,000 ons emas dan 2-3 juta ons perak berbiaya rendah sebesar US$ 280/ons emas.  Hingga saat ini, lebih dari 1.200 karyawan bekerja di proyek Martabe, tersebar di sektor pekerjaan konstruksi.

dtc/try

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…