Rabu, 16 Februari 2011 09:12 WIB News Share :

Aktivitas pendidikan Ponpes YAPI dihentikan sementara

Pasuruan (Espos) – Penyerangan sekelompok massa kemarin, berdampak pada aktivitas di Ponpes Al Ma’hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (YAPI) di Pasuruan. Proses belajar mengajar diniyah Ponpes putra sementara ditiadakan, sedangkan aktivitas lain berjalan seperti biasa.

“Untuk pelajaran diniyah sementara ini diliburkan setelah kejadian kemarin. Tapi kalau aktivitas lain berjalan seperti biasa,” kata Syaiful salah satu petugas keamanan Ponpes, Rabu (16/2).

Aktivitas sehari-hari di YAPI adalah seusai sholat Subuh para santri mempersiapkan diri mengikuti proses belajar mengajar diniyah di gedung sekolah YAPI yang berada di komplek pondok mulai pukul 07.00 – 09.00 WIB. Aktivitas kemudian dilanjutkan dengan sekolah umum yang terdiri dari SMP hingga tingkat Hauzah atau setingkat Perguruan Tinggi yang berlangsung pukul 09.00 – 15.00 WIB.

Usai sekolah umum, aktivitas dilanjutkan dengan sholat Ashar dan diteruskan dengan kegiaan olahraga seperti futsal, bulu tangkis, tenis meja, basket dan olahraga lainnya. Pukul 17.00 WIB persiapan mandi dan melaksanakan sholat maghrib berjamaah, mengaji dan dteruskan dengan sholat Isya’. Usai semuanya, makan malam secara bersama dan dilanjutkan belajar yang berakhir hingga pukul 22.00 WIB.

“Semuanya dilakukan di komplek ponpes,” tambah Syaiful.

Sementara ada 400 santri yang menghuni ponpes putra. Mereka berasal dari berbagai daaerah seperti Riau, Ambon, Lombok, Jakarta, Situbondo, Banyuwangi. Ada juga santri dari mancanegara yang menuntut ilmu di pondok itu yang datang dari Thailand dan Singapura. Penghentian aktivitas poelajaran diniyah, kata Syaiful, hanya terjadi pada ponpes putra. Sedangkan aktivitas di ponpes putri di Jalan Kersik atau 500 meter dari ponpes putra, berjalan seperti biasa.

Dari pantauan, saat ini aparat kepolisian dari polres diback up personel Brimob Polda Jatim terlihat berjaga-jaga. Terlihat ada 4 truk polisi di depan ponpes. Sementara itu pos keamanan dan ruang tamu ponpes yang mengalami kerusakan masih dipolice line.

dtc/try

Kolom

GAGASAN
Kids Zaman Now Membaca Media Cetak?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (12/2/2018) dan Harian Bisnis Indonesia edisi Sabtu (10/2/2018). Esai ini karya Lahyanto Nadie, pengampu Manajemen Media Massa di Kwik Kian Gie School of Business dan pengurus Yayasan Lembaga Pers dr. Soetomo Jakarta. Solopos.com,…