Bayi berjenis kelamin laki-laki ditimang bidan Warsini di rumahnya, Rabu (16/2)
Rabu, 16 Februari 2011 17:17 WIB Wonogiri Share :

“Dikira kucing, ternyata tangis bayi di dalam karung ”

Rumah Bidan Persalinan Swasta (BPS), Ny Warsini, 36, warga Dusun Butuh, Desa Waru, Kecamatan Slogohimo, Wonogiri, Rabu (16/2) pagi mendadak ramai. Tidak hanya famili atau keluarga orang yang bersalin, namun ada juga petugas dari koramil Slogohimo, polisi Slogohimo dan SPK Polres Wonogiri, Kades Tunggur Titik Sugiyanti serta Sekdes Tunggur, Wakimin.

Mereka duduk di teras serta kursi yang tersedia di rumah bidan tersebut. Kedatangan mereka ternyata untuk melihat bayi berjenis kelamin laki-laki yang dibawa Sekdes Tunggur ke tempat itu. Bayi itu kali pertama ditemukan oleh Mbah Kami, 70, warga Desa Tunggur, sepulang dari pasar.

Salah seorang saksi penemuan, Miyan Sutopo, 35 menceritakan, bayi ditemukan dalam kondisi telanjang di dalam karung plastik tempat beras. Kali pertama bayi ditemukan oleh Mbah Kami, di pinggir jalan kampung depan TK dan Puskesmas Pembantu Desa Tunggur, sekitar pukul 06.30 WIB. “Mbah Kami, sewaktu berangkat ke pasar mendengar suara tangis, namun dikira suara kucing sehingga tidak dihiraukan,” ujar Miyan.

Menurutnya, lokasi pembuangan bayi di bawah pohon akasia. “Jika orang berjalan di sampingnya, sepintas tidak akan terlihat. Namun, waktu itu Mbah Kami sepulang dari pasar mendekati suara tangis dan karung plastik diangkat. Mbah Kami gemetar, setelah mengangkat karung itu, akhirnya karung plastik saya buka. Isinya bayi dengan kondisi tali pusar belum dipotong. Dikerumuni semut, akhirnya bayi itu kami serahkan ke Pak Carik (Sekdes) yang kebetulan rumahnya dekat lokasi penemuan.”

Sekdes Tunggur, Wakimin menyatakan akan mengadopsi bayi itu. “Kami mendapatkan kiriman bayi. Jika tidak ada yang mengakui akan kami pelihara,” ujar ayah dua anak yang menunggui bayi itu bersama isterinya.

Wakimin menjelaskan, warganya banyak yang hamil, namun secara rutin melakukan pemeriksaan ke Posyandu. “Kalau ada yang melahirkan tentunya terdeteksi.”

Sementara itu, bidan Warsini mengaku hanya berwenang merawat, bukan memutuskan siapa yang berjak mengadopsi. “Kami banyak mendapat telepon. Intinya si penelepon akan mengadopsi bayi itu, namun kami katakan yang berhak memelihara negara. Tugas kami hanya merawat agar bayi tetap sehat. Bayi dalam kondisi sehat dengan panjang 48 Cm, berat 3 Kg. Diperkirakan bayi itu baru lahir selang dua sampai tiga jam sejak ditemukan,” ujar bidan Ny Warsini membuka pembicaraan dengan Espos.

Dikatakan oleh Ny Warsini, sekitar pukul 06.50 WIB dirinya diserahi oleh Sekdes Tunggur, untuk merawat bayi tersebut. Kapolsek Slogohimo AKP Bambang Susilo mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Nanang Avianto menyatakan masih melakukan penyelidikan.

Kapolsek dan Kades Slogohimo mengakui kalau temuan bayi itu merupakan kali kedua. Kali pertama, penemuan bayi berjenis perempuan sekitar bulan Oktober 2010. Bayi itu kini berusia tiga bulan dan diberi nama Diana Nur Mandasari dan dirawat oleh ny Sri Muryani. Pelaku pembuangan sampai kini belum terungkap.

?tus

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…