Selasa, 15 Februari 2011 17:16 WIB Wonogiri Share :

Wereng serang rumah warga di Wonogiri

Wonogiri (Espos)--Tiga hari terakhir benar-benar menjadi mimpi buruk bagi Murwan Suhudi dan keluarganya yang tinggal di Kampung Josutan, Kelurahan Kaliancar, Selogiri, Wonogiri. Malam hari harus mereka lalui dalam kegelapan, jam belajar anak-anak yang masih sekolah terganggu, dan menonton televisi pun tak lagi menghibur.

Belum lagi saat pagi hari. Rumah mereka benar-benar  menjadi kotor. Lantai, dinding, daun pintu, semuanya kotor. Penyebabnya, tidak lain adalah serangga kecil berwarna coklat yang selama hampir setahun terakhir menjadi musuh bebuyutan para petani setempat, yaitu wereng.

Belakangan, hama wereng coklat yang muncul sejak Mei 2010 lalu memang kembali menyerang lahan pertanian di wilayah Selogiri. “Tapi sebelumnya tidak sampai separah ini. Dulu juga wereng-wereng itu masuk ke rumah untuk mengerubungi lampu yang menyala. Tapi tidak sampai sebanyak ini,” ungkap Murwan, saat ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (15/2).

Murwan mengatakan serangan parah itu kali pertama terjadi menjelang tengah malam, Sabtu (12/2). Jutaan bahkan mungkin miliaran ekor wereng menyerbu lampu-lampu yang masih menyala di rumah-rumah.

“Suaranya berdesing dan bergemuruh mirip badai tornado. Sampai tadi malam (Senin-red) masih seperti itu. Malah lebih parah karena mereka sudah berdatangan selepas magrib. Anak-anak saya yang masih sekolah sampai terganggu belajarnya, karena kami terpaksa mematikan semua lampu,” kata Murwan.

shs

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…