Selasa, 15 Februari 2011 20:44 WIB News Share :

Pemulangan TKI perlu diikuti penyelesaian masalah buruh migran

Jakarta — Pemerintah telah memulangkan sejumlah WNI yang terlantar di Arab Saudi. Beberapa WNI yang dipulangkan adalah TKI. Pemulangan TKI ini selayaknya diikuti penyelesaian masalah buruh migran.

“Pemulangan sesungguhnya bukan satu-satunya tanggung jawab negara, karena banyak sekali masalah yang melatari setiap buruh migran yang terlantar tersebut,” kata Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah dalam keterangan tertulis, Selasa (15/2).

Migrant Care mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah untuk memulangkan TKI. Karena setelah sebulan pasca aksi pengumpulan dana pemulangan TKI yang diinisiasikan Migrant Care, ada tindakan yang dilakukan pemerintah.

“Aksi kepedulian ini, yang memang sengaja dimaksudkan untuk mengetuk kesadaran pemerintah, tampak cukup efektif untuk mendesak pemerintah agar melakukan tanggung jawab perlindungan yang menjadi mandatnya,” lanjut dia.

Dia menuturkan, sejak dimulainya aksi solidaritas Rp 1.000 pada 12 Januari 2011 untuk pemulangan TKI yang terlantar di kolong jembatan Arab Saudi, dukungan dan partisipasi masyarakat di berbagai daerah di Indonesia terus mengalir. Bahkan dukungan di luar negeri pun turut didapat.

“Fenomena ini sekaligus menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan terhadap pemerintah pada tingkat yang sangat kritis, terutama pada perlindungan bagi buruh migran yang nyata-nyata telah banyak menghasilkan devisa bagi negara,” sambung Anis.

Ditambahkannya, komitmen perlindungan pemerintah kepada TKI yang lemah tampak begitu nyata ketika pemerintah tidak segera melakukan perlindungan bagi mereka yang telah terlantar selama berbulan-bulan. TKI yang terlantar di Arab Saudi nasibnya begitu memperihatinkan karena menjadikan kolong jembatan sebagai tempat tinggalnya.

Penggalangan dana untuk memulangkan TKI yang terlantar di kolong jembatan di Arab Saudi telah dilakukan Migrant Care sejak bulan lalu. Hal ini dilatarbelakangi keprihatinan atas nasib sekitar 200 TKI yang terlantar. Namun uang yang terkumpul Rp 13 miliar itu ditolak oleh Menakertrans saat diberikan pada 7 Februari lalu.

Pada Senin (14/1) kemarin, tak kurang dari 300 WNI eks umroh/haji maupun Tenaga Kerja Indonesia “overstayers” yang sempat terlantar di kolong jembatan Khandara Jeddah telah dipulangkan. Pemulangan mereka, didanai penuh oleh pemerintah dengan anggaran Kemenlu untuk tiket Jeddah-Jakarta, sedangkan pengantaran TKI ke pihak keluarga atau daerah asalnya masing-masing menjadi tanggungjawab pembiayaan BNP2TKI.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…