Selasa, 15 Februari 2011 18:12 WIB News,Pendidikan Share :

KGPH Haryo Mataram meninggal dunia

GPH Haryo Mataram. Foto:Tri Sakti

Jakarta (Espos) — Rektor I Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang juga salah seorang putera Raja Keraton Surakarta Pakoe Boewono X, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Haryo Mataram meninggal dunia di usianya yang ke 86 di Jakarta, Selasa (15/2), sekitar pukul 03.00 WIB pagi tadi.

Informasi yang diperoleh Espos dari sejumlah sumber menyebutkan almarhum meninggal di kediamannya di kawasan Kampung Rambutan Jakarta Timur. “Secara pasti saya belum tahu penyebab beliau wafat,” kata KRH Bambang Pradata Negara, pengampu Humas Keraton Surakarta kepada Espos.

Kepala Humas UNS Dr Widodo Muktiyo juga membenarkan tentang kabar meninggalnya salah seorang perintis universitas negeri di Solo itu. “Ya saya sudah mendapat kabar tentang meninggalnya beliau, namun saya juga belum bisa memberi keterangan lebih lanjut karena almarhum meninggal di Jakarta,” paparnya.

Menurut Bambang, jenazah almarhum Selasa siang sudah diterbangka ke Yogyakarta dan saat ini disemayamkan di rumah duka di kawasan Jetins, Pasiraman, Jl Tri Margo. “Besuk almarhum akan dimakamkan di Makam Raja-raja Mataram Imogiri,” tambah Bambang.

Selain sebagai rektor pertama UNS pada tahun 1976 , Haryo Mataram juga merupakan seorang tentara yang berpangkat terakhir Brigadir Jenderal. Dari sejumlah sumber disebutkan bahwa almarhum adalah Guru Besar Hukum Internasional dan Hukum Humaniter di Universitas Tri Sakti Jakarta.

Perjalanan karirnya di dunia militer maupun pendidikan luar biasa panjang. Diawali sebagai Perwira Pelatih Akademi Militer di Yogyakarta (1948 – 1950), almarhum kemudian menjabat sebagai Asisten II Biro Pendidikan Pusat Kementerian Pertahanan, (1950 -1951), kemudian Kepala Bagian Hukum Pidana, Biro Hukum Kementerian Pertahanan (1956-1957), lantas Kepala Departemen Pengetahuan Sosial, Akademi Militer Nasional (Merangkap Ketua Pengadilan Tentara), Magelang (1956-1964).

Pada tahun 1966-1968 almarhum menjabat sebagai Kepala Departemen Teritorial Kekaryaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Bandung, lalu Paban I – Staf Umum Angkatan Darat 6 (1969 – 1971), Paban Litbang ASBIN SOSPOL (1970-1971), Dirlitbang KAMNAS – Lembaga Pertahanan Nasional (1971 – 1972), Project Officer Politeknik Pertamina (1975-1976).

Tahun 1976, ketika UNS pertama kali dibentuk, Presiden mengangkat Haryo Mataram sebagai Rektor. Setelah itu dia menjadi Sekretaris Dewan Pendidikan dan Latihan, Markas Besar ABRI (1977-1979), Perwira Tinggi pada Staf Administrasi Markas Besar ABRI untuk Urusan Hukum Internasional (1979 -1981), Tenaga Ahli Lembaga Ketahanan Nasional sejak 1981 dan pangkat terakhirnya adalah Brigadir Jenderal TNI.

Di bidang pendidikan, KGPH Haryo Mataram juga memiliki sederet prestasi. Sejumlah buku tentang hokum telah dia tulis, di antaranya:  Bunga Rampai Hukum Humaniter (Hukum Perang), Bumi Nusantara Jaya, Jakarta, 1988. Hukum Humaniter: Kumpulan tulisan, Pusat Studi Hukum Humaniter, FH Usakti, 1999. Kewenangan Dewan Keamanan PBB, Terutama yang Berhubungan Pembentukan dan Pengoperasian Pasukan PBB, UNS Press, Surakarta, 1994. Hukum Humaniter dengan Doktrin Hankamrata, UNS Press, Surakarta, 1990. Beberapa Perkembangan dalam Hukum Internasional, UNS Press, Surakarta, 1990.  mul

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…