Selasa, 15 Februari 2011 18:22 WIB Boyolali Share :

Desa di lereng Merapi inventarisasi jalur evakuasi

Boyolali(Espos)--Sejumlah desa di lereng Merapi mulai melakukan pendataan kerusakan jalur evakuasi akibat erupsi Merapi. Pendataan itu dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan.

“Kami sudah diminta mendata kerusakan yang terjadi pada jalur evakuasi. Sementara, total kerusakan yang terjadi di Desa Jrakah mencapai sekitar 3,5 km. Informasinya akan memperoleh bantuan dari pemerintah pusat. Kami mengajukan usulan Rp 1 miliar,” ujar Kades Jrakah Tumar kepada wartawan, Selasa (15/2).

Tumar menjelaskan jalur evakuasi di Desa Jrakah mengalami kerusakan baik akibat erupsi maupun banjir lahar dingin. Namun, dari semua yang ada, jalr evakuasi yang paling parah terjadi pada jembatan Bangunsari yang menghubungkan Dukuh Bangunsari, Klakah dengan Desa Jrakah.

“Jembatan Bangunsari itu sangat mendesak untuk perbaikan, karena sangat vital bagi warga di Bangunsari maupun Jrakah,” tambah dia.

Selain itu, pihaknya juga mengkhawatirkan kondisi jembatan Juweh yang berada di samping SMPN 2 Selo. Pasalnya, talut fondasi sudah ambrol dan mengancam fondasi jembatan.
“Kalau jembatan itu rusak, ribuan warga Klakah bakal terisolasi,” tandas dia.

Selain inventarisasi jalur evakuasi, jelas Tumar, pihaknya juga mulai melakukan perbaikan jaringan pipa air bersih. Pihak desa, tambah Tumar, memperoleh bantuan dari pihak ketiga untuk perbaikan jaringan pipa air bersih yang mengalami kerusakan akibat diterjang lahar dingin.

fid

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…