Senin, 14 Februari 2011 18:34 WIB Sragen Share :

Wakil Ketua MPR usulkan pembentukan BP7

Sragen (Espos)-Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hajriyanto Y Thohari mewacanakan dibentuknya lembaga negara yang fokus melaksanakan national caracter building (NCB) semacam BP7 pada masa Orde Baru (Orba).Terberangusnya BP7 dan P4 berdampak pada munculnya konflik SARA yang mengarah pada tindakan anarkis.

Penegasan Hajriyanto tersebut disampaikan saat dijumpai wartawan sesuai memberikan sosialisasi tentang empat pilar utama negara di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sragen, Senin (14/2).

Menurut dia, fenomena sosial di masyarakat menunjukan adanya degradasi pelaksanaan empat pilar utama negara. Empat pilar itu tidak lain adalah Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan  Bhineka Tunggal Ika.

“Dulu struktur organisasi BP7 ada mulai dari pusat sampai daerah.Lembaga itu dulu memasyarakatkan empat pilar melalui pembinaan P4.Nah, MPR dalam hal ini bertugas memasyarakatkan empat pilar itu berdasarkan UU 27/2009. Untuk menghadapi konflik anarkhi yang berbau SARA itu mestinya ada dua jalan yang dilewati, yakni penegakan hukum
dan dengan pendekatan kultural, yakni menanamkan nilai-nilai budaya,”tegas Hajriyanto.

trh

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…