Senin, 14 Februari 2011 22:10 WIB Pendidikan Share :

RI terima hibah Australia AUS$ 26 juta untuk BOS

Jakarta (Espos) – Pemerintah Indonesia menerima hibah dari Australia senilai AUS$ 26 juta untuk memperkuat program BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

Demikian disampaikan Direktur Pinjaman Luar Negeri dan Hibah Kementerian Keuangan Maurin Sitorus seusai penandatanganan MoU hibah tersebut di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (14/2).

“Itu adalah hibah dari pemerintah Australia untuk memperkuat program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan nilai sebesar AUS$ 26 juta,” katanya.

Maurin menyampaikan, hibah yang diberikan pemerintah negeri Kanguru tersebut adalah yang pertama kalinya. Untuk penyaluran hibah ini, pemerintah Australia akan menyerahkan sepenuhnya kepada sistem yang digunakan Indonesia. Sistem itu mencakup penyaluran dana, procurement atau lelang barang/jasa dengan Perpres 54/2010.

“Jadi audit menggunakan sistem kita. Nantinya akan diaudit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), dengan cara sistem kita. Tentu laporan ke mereka pasti ada,” katanya.

Maurin juga menambahkan, selain Australia, Indonesia juga akan mendapatkan hibah dari Uni Eropa untuk bidang pendidikan.

“Dari Uni Eropa saja sudah komitmen dan akan direalisasikan untuk tiga tahun dari 2011-2013. Itu semua digunakan untuk pendidikan. Programnya apa, itu tergantung kita. Jadi mereka beri hibah, nanti masuk ke sistem APBN, nanti baru dialokasikan ke sektor pendidikan,” tambahnya.

dtc/try

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…