Senin, 14 Februari 2011 21:21 WIB News Share :

Polri minta tokoh agama Banten bantu ungkap perusuh Cikeusik

Jakarta (Espos) – Mabes Polri terus memburu pelaku penyerangan Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten. Polri berharap masyarakat dan tokoh agama di Banten membantu polisi.

“Kita minta tolong tokoh agama yang ada di sana supaya membantu kita,” ujar Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/2).

Satu minggu insiden Cikeusik berlalu, namun beberapa orang saja yang dijadikan tersangka dan ditangkap. Mengapa polisi seolah sulit menangkap pelaku? Termasuk mengungkap orang-orang yang terekam kamera kenakan pita biru? Apakah ada pihak yang melindungi mereka?

“Tunggu aja. Insya Allah polri bisa mendapat arti pita biru dan sebagainya, maka itu tunggu aja,” pinta mantan Kapolda Jatim ini.

Indikasi tekanan massa Banten atas langkah polisi terlihat saat dua tersangka dibebaskan dan tidak ditahan. Mereka dikeluarkan dari tahanan setelah sejumlah ulama dan tokoh masyarakat meminta polisi membebaskannya.

Polisi masih memburu lima DPO dan puluhan pelaku lainnya terkait kasus insiden Cikeusik. Anton menyebut penyidik telah menetapkan lima tersangka, lima DPO dan puluhan lainnya masih diburu.

dtc/try

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…