Senin, 14 Februari 2011 10:36 WIB Hukum Share :

Polisi kejar perampok taksi di depan High Scope

Jakarta (Espos) – Kawanan perampok menodong sopir taksi bernama Amma Wartono (36) saat melintas di depan Pasar Inpres, Jakarta Timur. Korban kemudian diturunkan di Gandul, Jakarta Selatan.

“Pelakunya masih dalam pengejaran,” kata Kanit Reskrim Polsek Cilandak Iptu Alam Nur saat dihubungi wartawan, Senin (14/2).

Peristiwa perampokan itu terjadi pada Sabtu (12/2) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, korban tengah menyopiri taksi warna biru.

Saat melintas di depan Pasar Inpres, Jakarta Timur, taksi yang dikemudikan korban dihentikan pelaku yang berpura-pura sebagai penumpang. Sementara dua pelaku lainnya naik motor. Namun, setelah masuk ke mobil, beberapa meter dari taksi itu dicegat, pelaku beraksi.

Pelaku kemudian menodongkan senjata api jenis FN ke arah kepala korban. Tidak hanya itu, nyawa korban juga diancam dengan sebilah sangkur yang dibawa pelaku. Karena persitegangan dengan pelaku, korban pun mengalami luka robek di bagian pelipis kanannya.

Setelah itu, korban kemudian dibawa keliling oleh pelaku. Kemudian setibanya di Jl TB Simatupang, tepatnya di depan sekolah High Scope, korban dipaksa turun oleh pelaku. Usai merampok, pelaku kabur bersama taksi tersebut dan korban lalu melapor ke Polsek Cilandak.

Pada Minggu (13/2), taksi korban ditemukan di kawasan Gandul. Dari dalam taksi, polisi menemukan senjata api dan sangkur milik pelaku.

dtc/try

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…