Senin, 14 Februari 2011 15:04 WIB Hukum Share :

PKS pertahankan Misbakhun di DPR, tetap terima gaji

Jakarta (Espos) – PKS masih mempertahankan Misbakhun sebagai anggota DPR. PKS menilai selama belum ada keputusan hukum tetap, Misbakhun belum tentu bersalah dalam kasus Century. Misbakhun kini mengajukan kasasi atas putusan hakim pengadilan tinggi yang menambah hukumannya menjadi 2 tahun penjara.

“Posisi masih anggota DPR karena proses hukumnya masih berlangsung. Yang saya dengar mereka akan mengajukan kasasi, yah jadi kita dorong mengajukan kasasi ke MA,” kata Wasekjen PKS Mahfudz Siddik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/2).

Dia menjelaskan, karena masih sebagai anggota DPR, otomatis Misbakhun mendapatkan semua fasilitas yang berhak dia peroleh.

“Secara status anggota dan hak-hak anggota DPR masih mendapatkan, berupa gaji juga masih tetap,” tambahnya.

Mahfudz menegaskan, jika putusan hukum sudah mengikat baru ada keputusan untuk Misbakhun. “Kita baru akan mengambil sikap politik terkait keanggotaan DPR setelah ada putusan hukum tetap,” terangnya.

Selain itu, Mahfudz merasa heran akan sikap kepolisian dan kejaksaan yang menahan Misbakhun. Padahal ada tersangka lain dengan kasus serupa yang tidak ditahan. “Persoalannya ada banyak tersangka yang ketika disidang masih bebas, tapi Pak Misbakhun kan ditahan. Kalau tidak ditahan, ya saya kira masih bisa ikut rapat di DPR,” tutupnya.

Sebelumnya, Misbakhun yang juga Komisaris PT Selalang Prima dan Dirut PT Selalang Prima, Franky Ongkowardjojo, divonis 1 tahun penjara. Hakim menyatakan keduanya terbukti memalsukan surat gadai untuk memperoleh kredit di Bank Century dan melanggar ketentuan dalam Pasal 263 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) KUHP. Jaksa dan Misbakhun sama-sama mengajukan banding. Di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, hakim menambah hukuman menjadi 2 tahun.

dtc/try

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kids Zaman Now Membaca Media Cetak?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (12/2/2018) dan Harian Bisnis Indonesia edisi Sabtu (10/2/2018). Esai ini karya Lahyanto Nadie, pengampu Manajemen Media Massa di Kwik Kian Gie School of Business dan pengurus Yayasan Lembaga Pers dr. Soetomo Jakarta. Solopos.com,…