Senin, 14 Februari 2011 17:02 WIB News Share :

Pemerintah tak mau gegabah naikkan harga BBM

Jakarta (Espos) – Di tengah himpitan tingginya harga minyak dunia, pemerintah mengaku tak mau gegabah menaikkan harga BBM bersubsidi jenis premium dan solar. Kenaikan BBM subsidi ini dikhawatirkan bisa menekan rakyat miskin dan mendorong inflasi.

Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasan ketika ditemui di kantornya, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (14/2).

“Banyak yang mengatakan pemerintah naikkan saja (premium). Jangan gegabah, itu menimbulkan distorsi. Ada inflasi, masyarakat miskin langsung terkena,” kata Hatta.

Hatta mengakui kenaikan harga minyak Indonesia (ICP/Indonesia Crude Price) menimbulkan kekhawatiran kenaikan harga pertamax.

“Kalau harga pertamax tinggi, maka akan ada migrasi ke premium. Kuota BBM subsidi akan membengkak, dan subsidi membengkak. Saya harap tidak terjadi. Masyarakat yang sudah menggunakan pertamax, jangan masuk menggunakan premium yang subsidi,” tuturnya.

Seperti diketahui, sepanjang Januari 2011, harga ICP naik US$ 5,72 per barel menjadi US$ 97,09 per barel, dari harga di Desember 2010 yang sebesar US$ 91,37 per barel. Namun, rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) Maret 2010 sampai Februari 2011 hanya sebesar US$ 83,26 per barel. Karena itu harga jual premium dan solar per 15 Februari 2011 tetap Rp 4.500 per liter.

dtc/try

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…