Senin, 14 Februari 2011 16:38 WIB News Share :

Hakim Konstitusi Hardjono digugat anak Arsyad Sanusi

Jakarta (Espos) – Prahara Mahkamah Konstitusi (MK) tak kunjung padam. Usai Arsyad Sanusi resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai hakim konstitusi, kini berbuntut pada gugatan putri Arsyad, Neshawati. Rencananya, Neshawati akan melayangkan gugatan kepada hakim konstitusi yang juga Ketua Majelis Kehormatan Hakim Makhamah Konstitusi (MKH MK) Hardjono.

“Draft gugatan sedang kami susun, secepatnya. Materi gugatan perdata atas penghinaan Pasal 1365 Perbuatan Melawan Hukum,” kata Neshawati saat berbincang dengan wartawan, Senin, (14/2).

“Saya akan gugat Ketua MKH MK dan semua yang di situ,” tegas Nesha.

Nesha menyatakan merasa terhina atas putusan MKH MK yang menyebutkan dirinya berlaku kolutif dan aktif. Sehingga seakan-akan Nesha seperti pemeras dalam kasus tersebut.

“Pasca pemberitaan, banyak teman- teman saya telepon menanyakan kepada saya kasus itu. Dikira saya pemeras,” tambah Nesha.

Alasan lain, Nesha menilai MKH MK telah menghilangkan fakta- fakta keterangan dari Nesha. Nesha menilai MKH memanipulasi fakta dan hanya memenangkan kesaksian Mantan Calon Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud, yaitu Nesha pemeras. Padahal, Dirwan tidak pernah mengatakan Nesha pemeras.

“Saya oleh Hardjono disebut kolutif dan aktif dalam perkara tersebut. Apa yang saya kolusi? Apa yang saya atur di situ?  Mereka datang tidak saya undang, tiba- tiba datang sendiri ke saya. Dan saya tidak mengatur-atur pertemuan. Saya cuma datang atas ajakan mereka,” tambah Nesha.

Terkait nilai gugatan, Nesha tidak akan menggugat materiil ataupun immateril satu rupiah pun. Dia hanya meminta nantinya Pengadilan Negeri menjelaskan duduk masalah secara terang benderang.

“Apa Bapak (Arsyad Sanusi) sudah tahu rencana ini?,” tanya wartawan.

“Saya berantem terus sama Bapak. Ketika Bapak mundur, saya terima. Tapi, besoknya saya banyak ditanya, dibilang saya pemeras, banyak yang telepon ke saya katanya pemeras,” jelas Nesha.

dtc/try

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…